DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Respons Kasus Kekerasan Anak, Minta OPD dan RT Tak Abai

Mohammad Novan Syahronny Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA — Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyoroti masih lemahnya respons awal terhadap kasus kekerasan anak di tingkat lingkungan. Ia menilai, lambannya pelaporan dari masyarakat hingga kurang maksimalnya peran organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi celah yang harus segera dibenahi.

“Banyak kasus baru ditangani setelah kondisi korban parah atau viral. Ini menunjukkan sistem pelaporan kita belum berjalan optimal, terutama di tingkat RT/RW,” ungkap Novan, Selasa (1/7/2025), di ruang kerjanya.

Menurutnya, unsur pemerintah di tingkat terbawah harus lebih peka dan berani mengambil tindakan jika menemukan indikasi kekerasan atau pelecehan terhadap anak. Ia menekankan bahwa RT tidak cukup hanya sebagai penerima laporan, tapi juga harus menjadi bagian aktif dalam proses penyelamatan anak.

Selain itu, Novan mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor. Ia menyebut, keberadaan layanan pendampingan yang dimiliki OPD tersebut harus diperkuat dari sisi anggaran, SDM, dan kelembagaan.

“Kalau layanan sudah ada tapi belum menyentuh korban secara menyeluruh, berarti ada yang perlu dibenahi dari sisi teknis maupun sistem,” ucap politisi Fraksi Golkar itu.

Komisi IV DPRD Samarinda, lanjutnya, siap mendorong penambahan anggaran untuk membangun rumah aman yang lebih layak serta perluasan program perlindungan berbasis masyarakat. Ia juga meminta keterlibatan aktif keluarga dan tokoh masyarakat dalam upaya deteksi dini kekerasan terhadap anak.

“Tidak boleh ada pembiaran. Anak-anak harus dilindungi, dan semua unsur pemerintahan punya peran masing-masing yang tidak bisa diabaikan,” tegas Novan.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan sekadar slogan, tetapi menuntut keseriusan tindakan dari semua elemen—terutama yang berada paling dekat dengan korban.

Reporter: Fathur | Editor : Awang | ADV

Awang

Recent Posts

Transparansi Pemenuhan Komitmen Tersus Kideco Dipertanyakan: Negara Terkesan Obral Izin Perdagangan Luar Negeri Tanpa Kejelasan Dokumen Verifikasi

Jakarta, indcyber.com— Penetapan Terminal Khusus (Tersus) batubara milik PT Kideco Jaya Agung agar terbuka bagi…

2 hours ago

Sejumlah Konsumen Keluhkan Layanan dan Promo TJM Auto Care, Diduga Langgar UUPK hingga KUHP

Samarinda , indcyber.com— Sejumlah konsumen mengeluhkan layanan perbaikan kendaraan serta dugaan wanprestasi program promosi yang…

2 hours ago

Diduga Terseret Arus, Tongkang Batu Bara Larut dan Mendekati Permukiman Warga di Sungai Maryam

Anggana, indcyber.com – Sebuah tongkang pengangkut batu bara dilaporkan larut dan bergerak mendekati area permukiman…

22 hours ago

Dugaan Korupsi Pasar Pagi Samarinda Dibuka di PN: Kejati Kaltim Kantongi Bukti Awal, Kasus Naik Penyelidikan

SAMARINDA, indcyber.com — Tabir gelap proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang bernilai ratusan miliar rupiah…

1 day ago

Dugaan Kongkalikong Aset Koperasi Kalimanis: Rekayasa Dokumen dan Akta Notaris Seret Nama Wahyudi Manaf

SAMARINDA, indcyber.com— Praktik manipulasi dokumen dan perampasan hak atas aset Koperasi Karyawan Kalimanis kembali mencuat…

1 day ago

Aksi Konyol Truk Molen Buang Sisa Semen di Jalanan: Bahayakan Nyawa Pengendara dan Rusak Fasilitas Publik!

SAMARINDA, indcyber.com – Praktik ugal-ugalan dan kelalaian berat pengemudi truk ready mix (molen) kembali memakan…

2 days ago