DPRD Samarinda Tegaskan Terowongan Aman, Desak OPD Tingkatkan Sinergi Hadapi Bencana

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, (Foto : Fathur/indcyber.com)

Indcyber.com, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, meminta masyarakat tidak panik terkait pembangunan terowongan yang sedang berlangsung di kota ini. Ia menegaskan, struktur yang kini berdiri masih bersifat sementara dan telah dirancang dengan perhitungan teknis yang matang untuk menjamin keamanan selama proses konstruksi.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, terowongan itu belum permanen. Fungsi utamanya sebagai penahan tanah sementara agar pengerjaan tetap aman dan terhindar dari risiko longsor,” ujar Andriansyah saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda, Rabu (14/5/2025).

Aan—sapaan akrabnya—mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan hal-hal negatif terhadap proyek tersebut. Menurutnya, keberadaan struktur penahan itu sangat penting demi keselamatan pekerja dan kelancaran pembangunan.

Selain persoalan proyek konstruksi, Andriansyah juga menyoroti penanganan bencana di Samarinda, khususnya banjir yang makin sering terjadi. Ia menilai masih kurangnya koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merespons kondisi darurat.

“Saya kira penanganan bencana tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri. BPBD, PUPR, PERKIM, Dishub, dan DLH harus duduk bersama. Kolaborasi antarsektor ini mutlak diperlukan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya BPBD sempat menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pemetaan kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah Samarinda Utara. Hasil FGD itu, menurutnya, harus disinergikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dikelola oleh Dinas PUPR agar penanganan bencana lebih efektif dan terintegrasi.

“PUPR adalah jantung pembangunan kota. Kalau perencanaan tata ruang mereka keliru, maka dampaknya bisa menyebar ke semua sektor,” tambahnya.

Komisi III DPRD Samarinda, lanjut Aan, berencana menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR dalam waktu dekat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sebagai penutup, Aan mendorong pelibatan akademisi dan kalangan profesional dalam penyusunan kebijakan kebencanaan. Menurutnya, pendekatan ilmiah dan berbasis data akan memperkuat kapasitas pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Libatkan para profesor, peneliti, dan kampus. Kita tidak bisa kerja sendiri. Penanganan kebencanaan harus kolektif dan ilmiah,” pungkasnya.

Reporter: Fathur | Editor: Awang | ADV

Awang

Recent Posts

Dugaan Penyelewengan Dana Kampung Batu Majang senilai Rp1 Miliar Lebih Mengemuka, Aparat Hukum Didesak Bertindak

Ujoh Bilang, indcyber.com - Dugaan kasus penyalahgunaan keuangan publik kembali mencoreng tata kelola pemerintahan tingkat…

3 days ago

Jalan Ampera Palaran Gelap, Warga Desak Pemerintah Segera Tambah Penerangan

SAMARINDA, indcyber.com — Kondisi penerangan di ruas Jalan Ampera, tepat di depan Kantor Kecamatan Palaran,…

4 days ago

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

1 week ago

Proyek Jalan Rp196,8 Miliar di Kutai Barat Disorot : Aspal Diduga 2–3 Cm, Drainase Menyusut, BBPJN Kaltim Wajib Buka Data

Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…

1 week ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

1 week ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

1 week ago