Categories: BERANDADAERAH

Gubernur Kaltim Diminta Belajar dari Maluku Utara: Jangan Alergi Terhadap Pendemo

Indcyber.com, Samarinda, Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti, Suryadi Nata, melontarkan sindiran keras yang bak tamparan terbuka bagi Gubernur Kalimantan Timur. Ia menegaskan, seorang pemimpin sejati tidak boleh bersembunyi di balik kemewahan kantor dan pagar kekuasaan, sementara rakyat yang memilihnya harus menjerit di jalanan untuk didengar.

“Menemui pendemo bukanlah kehinaan, justru itu adalah kewajiban konstitusional sebagai pelayan masyarakat. Ingat, kursi gubernur itu bukan warisan keluarga, tapi titipan rakyat yang memilih Anda melalui demokrasi,” tegas Suryadi Nata.

Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana Gubernur Maluku Utara dengan berani turun ke lapangan menemui mahasiswa dan masyarakat yang berdemo di bawah terik matahari. “Kalau Gubernur Maluku Utara saja bisa, apa susahnya Gubernur Kaltim melakukan hal yang sama? Atau jangan-jangan memang takut berhadapan dengan suara rakyat?” sindirnya pedas.

Suryadi juga menegaskan bahwa mengabaikan aspirasi masyarakat dapat berimplikasi pada pelanggaran hukum. Ia mengutip Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 65 ayat (1) huruf b, yang menyebutkan bahwa “kepala daerah berkewajiban memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD”.

Suryadi Nata Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti Provinsi Kalimantan Timur

Selain itu, Pasal 65 ayat (1) huruf c juga menegaskan kepala daerah wajib “memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat”, yang salah satunya dilakukan dengan mendengar, menyerap, dan merespons aspirasi rakyat secara langsung.

“Kalau seorang gubernur malah bersembunyi dari rakyatnya, jelas itu bentuk pengingkaran terhadap amanat Undang-Undang. Bahkan bisa dianggap melanggar Pasal 28C dan Pasal 28E UUD 1945 yang menjamin hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Jangan sampai Gubernur Kaltim tercatat sebagai pemimpin yang alergi terhadap demokrasi,” tegas Suryadi.(RAI)

indcyber

Recent Posts

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

5 days ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

6 days ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

2 weeks ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

2 weeks ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

2 weeks ago

DARURAT UDARA KUKAR! DPRD Desak Perpanjangan PJJ & Sentil Keras Gerakan “Open Donasi” Pemerintah

TENGGARONG, indcyber.com  — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti…

2 weeks ago