Indcyber.com. SEBULU – Para petani perkebunan sawit di kecamatan sebulu, kabupaten Kutai Kartanegara, kini mengeluhkan harga pupuk yang semakin melambung hampir dua kali lipat. Harga pupuk yang sebelumnya relatif terjangkau kini terus merangkak naik.
Pupuk jenis Pupuk Orea (PO), misalnya, naik dari Rp 95 ribu per 50/Kg menjadi Rp 230 ribu per/50 Kg. Sementara harga buah sawit per/Kg 1.550 di tahun 2017, Sedangkan harga buah sawit sekarang tahun 2018 di akhir tahun per/Kg 620 Ribu. Kenaikan harga pupuk serta turunya harga buah sawit ini belum termasuk kenaikan ongkos angkut.
Nurdin Bengga, seorang petani sawit di Sebulu desa Mekar Jaya mengaku, kenaikan harga pupuk dan turunnya harga Buah sawit semakin mempertinggi biaya oprasional atau biaya panen. Bila sebelumnya ia hanya membutuhkan modal Rp 2,5 juta untuk satu hektare, kini memerlukan modal hingga Rp 5 juta lebih untuk setiap hektare.
Untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi, para petani berharap sejumlah koperasi bisa lebih aktif membantu menstabilkan harga pupuk. Mereka juga berharap kepada pemerintah baik desa, kecamatan dan Bupati serta Gubernur Kaltim dapat membantu mensubsidi memperoleh pupuk dengan harga lebih murah.(NB/H)
SAMARINDA, indcyber.com– Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi melayangkan ultimatum keras kepada Sekretariat…
SAMARINDA, indcyber.com – Di tengah jeritan warga Kalimantan Timur yang masih berjuang melawan jalanan rusak…
Samarinda, indcyber.com— Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan respons cepat dan terukur pasca Aksi 214 dengan melakukan…
SAMARINDA, indcyber.com – Suasana mencekam di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 21 April kemarin…
SAMARINDA, indcybe.com– Ketegangan yang terjadi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur akhirnya memuncak pada Selasa…
SAMARINDA, indcyber.comm– Situasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur belum kunjung kondusif hingga Selasa (21/4)…