Ketegangan di DPRD Samarinda: Upah Pekerja Proyek Teras Samarinda Belum Dibayar

Indcyber.com, Samarinda – Rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kota Samarinda berakhir ricuh setelah anggota dewan geram atas ketidakhadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam pembahasan pembayaran upah pekerja proyek Teras Samarinda tahap I yang belum tuntas.

Ketegangan memuncak ketika hanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ilhamsyah yang hadir dalam rapat tersebut. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meluapkan kekecewaannya dengan melempar kotak makanan ke arah pejabat tersebut sebagai bentuk protes. Meskipun tidak ada yang terluka, insiden ini mencerminkan besarnya kekecewaan para anggota dewan terhadap penanganan kasus ini.

Menurut Abdul Rohim, ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR Desy Damayanti dalam berbagai forum pembahasan, baik di DPRD maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), menunjukkan kurangnya tanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut nasib para pekerja.

Krisis Kesejahteraan Pekerja

Permasalahan ini bermula dari belum dibayarkannya upah sekitar 81 pekerja proyek Teras Samarinda oleh kontraktor utama, PT Samudra Anugrah Indah Permai. Dampaknya tidak hanya pada keterlambatan pembayaran, tetapi juga memicu masalah sosial yang serius. Sejumlah pekerja mengalami kesulitan ekonomi, bahkan ada yang menghadapi perceraian dan anak mereka terpaksa putus sekolah.

Pekerja yang merasa haknya terabaikan telah melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Negeri Samarinda, mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan pihak-pihak yang bertanggung jawab segera menyelesaikan kewajiban mereka.

Dewan Desak Wali Kota Turun Tangan

Anggota DPRD Samarinda, Anhar, dengan tegas menyebut proyek Teras Samarinda tidak membawa berkah bagi warga, justru menimbulkan masalah baru akibat pengelolaannya yang bermasalah. Ia mendesak Wali Kota Samarinda, Andi Harun, untuk segera turun tangan dan memerintahkan Kepala Dinas PUPR agar menghadiri pembahasan berikutnya demi mencari solusi bagi pekerja yang belum menerima haknya.

“Kami tidak ingin permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut. Pekerja berhak mendapatkan upah mereka, dan pemerintah harus memastikan tanggung jawab kontraktor dipenuhi,” tegas Anhar.

Situasi ini menjadi sorotan publik, mengingat proyek Teras Samarinda yang bernilai Rp 36,9 miliar ini seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat, bukan malah menimbulkan kesengsaraan bagi para pekerja. Hingga kini, DPRD Samarinda berencana memanggil kembali dinas terkait serta kontraktor untuk memastikan pembayaran upah segera diselesaikan.#

Reporter: Awang | Editor : Fathur | ADV

Awang

Recent Posts

Dibalik Triliunan Rupiah Ekspor Teluk Adang: Konspirasi Kejahatan Lingkungan dan Mandulnya Pengawasan Instansi Negara

PASER, indcyber.com — Angka 33.887 hektare bukan sekadar koordinat konsesi di atas kertas. Itu adalah…

23 hours ago

​”Menanti Ketukan Palu Jaksa di Bankaltimtara: Siapa Saja Pejabat yang Bakal Terseret Skandal Rp335 Miliar?”

SAMARINDA, indcyber.com – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai amburadulnya penyaluran 134 fasilitas kredit kepada…

1 day ago

MENGENCINGI ATURAN OJK: Skandal Ketergantungan Dana Pemda Bankaltimtara, Direksi Terancam Pidana dan Copot Jabatan!

SAMARINDA, indcyber.com– Tabir fatamorgana kesehatan finansial PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara…

1 day ago

MENEGANGKAN! Mafia Dokumen Terbang Kaltim Digulung, Mengapa Jetty Ancu di Kutai Lama Kebal Hukum?

SAMARINDA, indcyber.com– Genderang perang terhadap gurita bisnis haram "dokumen terbang" di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali…

2 days ago

DANA REBOISASI RP338 MILIAR MANGKRAK: Lembaga Investigasi Negara Tuding Pemprov Kaltara “Sengaja Pembiaran”, Desak KPK Segera Turun Tangan!

TANJUNG SELOR, indcyber.com – Klaim sepihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) yang menyebut pengelolaan…

2 days ago

Konvensi Media Siber di Samarinda, Upi Asmaradhana Dorong Media Kembali Perkuat Kepercayaan Publik

Indcyber.com, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi digital dan munculnya berbagai platform berbasis kecerdasan…

3 days ago