Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memberikan keterangan kepada awak media terkait polemik anggaran rumah jabatan, usai menghadiri agenda resmi di Samarinda. (Foto: Fathur)
Indcyber.com, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, , memberikan klarifikasi terkait polemik anggaran rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Penjelasan tersebut disampaikan Seno Aji kepada awak media pada Kamis (2/4/2026) sore melalui sambungan telepon, sebagai respons atas pemberitaan yang dinilainya belum sepenuhnya menggambarkan substansi kebijakan tersebut secara utuh.
Ia mengakui bahwa dalam wawancara sebelumnya, keterbatasan waktu membuat penjelasan yang disampaikan belum cukup rinci.
“Dalam kesempatan sebelumnya, saya merasa belum bisa menjelaskan secara menyeluruh karena keterbatasan waktu dan ruang. Sehingga mungkin menimbulkan persepsi yang belum tepat di masyarakat,” ujarnya.
Seno juga menyampaikan apresiasi atas perhatian publik terhadap penggunaan anggaran daerah, khususnya terkait alokasi lebih dari Rp25 miliar dalam untuk fasilitas rumah jabatan dan ruang kerja pimpinan daerah.
Menurutnya, penggunaan istilah dalam penyampaian sebelumnya bisa saja menimbulkan kesalahpahaman, sehingga diperlukan penjelasan yang lebih terbuka.
“Anggaran tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menunjang fasilitas negara yang digunakan dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penganggaran rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur mengacu pada , di mana seluruh pembiayaan bersumber dari APBD provinsi.
Lebih lanjut, Seno merinci bahwa anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi bangunan yang telah berusia puluhan tahun, peningkatan sistem keamanan, penataan ruang kerja, serta penyediaan fasilitas pendukung kegiatan resmi pemerintahan.
“Fasilitas ini juga digunakan untuk menerima tamu daerah, kegiatan koordinasi pembangunan, hingga acara keagamaan dan sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, total anggaran tersebut tidak digunakan dalam satu pos, melainkan tersebar dalam berbagai item belanja, termasuk perbaikan ruang kerja gubernur, rumah jabatan, hingga kebutuhan operasional harian.
Selain itu, Seno menegaskan bahwa rumah jabatan tidak bersifat eksklusif, melainkan terbuka untuk masyarakat dalam momen tertentu.
“Beberapa kali rumah jabatan kami buka untuk masyarakat, seperti saat Hari Raya Idulfitri. Ribuan warga hadir untuk bersilaturahmi. Ini menunjukkan bahwa rumah jabatan juga menjadi ruang kebersamaan bagi rakyat,” katanya.
Terkait proses penganggaran, ia memastikan seluruh tahapan telah melalui mekanisme resmi, mulai dari usulan oleh perangkat daerah, pembahasan dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hingga persetujuan bersama DPRD dan penetapan dalam Peraturan Daerah.
“Seluruh proses berjalan sesuai aturan dan diawasi, sehingga transparansi tetap terjaga,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Seno Aji menegaskan komitmennya untuk terus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.
“Kami sangat menghargai pengawasan publik. Harapannya, setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan Kalimantan Timur,” pungkasnya. (***)
Penulis: Fathur | Editor: Awang | Sumber : Pers release
Dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diamankan jajaran Polsek Sungai Pinang usai dilakukan…
Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…
Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…
Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…
SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…
KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…