Categories: DPRD KALTIMSamarinda

Komisi II DPRD Kaltim Minta Perpanjangan Waktu Terkait Perusda

INDCYBER.COM, SAMARINDA-Setelah diberi kesempatan selama satu bulan, tepatnya sepanjang Februari untuk mengawal permasalahan yang terjadi pada perusahaan daerah (perusda). Komisi II DPRD Kaltim memutuskan akan meminta perpanjangan waktu kepada pimpinan DPRD Kaltim.

“Melalui rapat internal Komisi II kami meminta waktu lagi selama satu bulan untuk menyelesaikan ini. Terutama kami menunggu hasil audit, kami tidak lagi minta ke MBS, karena kemungkinan MBS tidak bisa memberikan laporan itu. Maka dari itu kami akan minta hasil audit ke Pemprov Kaltim,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kaltim Verydiana Huraq Wang saat ditemui di ruang kerja Gedung DPRD Kaltim, Senin (2/3/2020).

Keputusan tersebut diambil dikarenakan ada beberapa hal yang belum terselesaikan.

Verydiana mengatakan, pihaknya belum menerima hasil laporan audit Perusda yang dikerjakan oleh Pemprov Kaltim. Salah satunya, hasil audit laporan keuangan perusda Melati Bhakti Satya (MBS).

“Audit ini sangat penting, karena salah satu penilaian keuangan pemerintah provinsi itu adalah dari BUMD. Nah, MBS masih BUMD, kalau dia tidak menyampaikan laporan auditnya maka akan mempengaruhi kinerja laporan keuangan pemerintah provinsi Kaltim,” terangnya.

Hal tersebut menjadi kendala serius Komisi II DPRD Kaltim untuk memberi rekomendasi penyelesaian terkait permasalahan yang terjadi di perusahaan milik Pemprov Kaltim ini.

Tak hanya soal hasil audit, setelah 1 bulan mendalami permasalahan yang terjadi di perusahaan plat merah ini, Komisi II menemukan permasalahan bersifat sangat mendasar yang belum terselesaikan.

Dikhawatirkan, jika tidak benar-benar diteliti akan menjadi kerugian besar terhadap aset pemprov yang telah diberikan kepada perusda MBS.

“MBS ini kan diberi aset oleh pemerintah sejumlah Rp 1,2 triliun, kalau aset ini tidak betul-betul kita teliti pemprov akan kehilangan momentum terhadap aset ini jika nanti diserahkan kepada MBS menjadi PT,” ujarnya.

“Karena jika menjadi PT lantas bukan milik pemprov lagi, setelah kita mendalami ini ternyata ada hal yang sangat krusial, yang pertama terkait masalah audit atau laporan keuangan tiga tahun terakhir dari MBS,” sambungnya.

Lebih jauh lagi, masih masih banyak persoalan lain yang menjadi faktor mengapa Komisi II DPRD Kaltim meminta waktu tambahan.

“MBS ini membawahi 10 anak perusahaan, dari 10 itu yang jalan baru satu yaitu KKT, yang 9 lainnya tidak berjalan. Bahkan, ada yang dibentuk aktanya tetapi diam di tempat,”pungkasnya.(*/advertorial)

Redaksi -

Recent Posts

Dugaan Konspirasi Mafia Tanah: Wahyudi Manaff dan Said Ahmad Lasuru Dituding Rekayasa Tim Penyelesai Aset Koperasi Kalimanis

SAMARINDA, indcyber.com — Praktik dugaan kejahatan pertanahan berencana terstruktur dan terorganisir kembali mencuat. Wahyudi Manaff…

2 days ago

Kejati Kaltim Ikuti FGD Penuntutan Pidana Umum Berbasis Pemulihan Korban

​SAMARINDA, indcyber.com – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Focus Group…

2 days ago

Pertahankan WTP 10 Tahun Berturut-turut, Kejaksaan RI Terima LHP BPK atas Laporan Keuangan 2025

JAKARTA , indcyber.com — Kejaksaan Republik Indonesia kembali mencatatkan capaian tata kelola keuangan dengan meraih…

2 days ago

Skandal Anggaran Rp 1,5 Miliar Desa Batu Majang: Petinggi Kuasai Dana Tunai Mandiri, BPK & Aparat Terkesan Mandul!

MAHAKAM ULU, indcyber.com — Pengelolaan Keuangan Kampung (APBK) Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam…

3 days ago

KEJAHATAN LINGKUNGAN DI TAHURA BUKIT SOEHARTO: TAMBANG ILEGAL PT SINGLURUS PRATAMA DIGULUNG SATGAS PKH, POTENSI DENDA TEMBUS Rp147,3 MILIAR

Kutai Kartanegara, indcyber.com - Penjarahan kawasan konservasi atas nama pengerukan kekayaan alam akhirnya menghantam tembok…

3 days ago

SKANDAL ASET 4,3 HEKTARE: Pemkot Samarinda Digantung DP Rp2 Miliar

SAMARINDA, indcyber.com — Sengketa kepemilikan dan transaksi lahan seluas 4,3 hektare di kawasan Sungai Kerbau,…

3 days ago