Komisi II DPRD Samarinda Fasilitasi Dialog Terkait Sistem Parkir Gerai Mie Gacoan, Cari Solusi yang Adil bagi Semua

Ketua Komisi II, Iswandi, bersama jajaran pimpinan dan anggota Komisi II. Hadir pula perwakilan Polresta Samarinda, manajemen pusat dari PT Pesta Pora Abadi selaku pengelola Mie Gacoan, pihak PT Bahana Security Sistem (BSS). (Foto: Yana)

Indcyber.com, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi II menggelar rapat dengar pendapat untuk membahas persoalan pengelolaan parkir di gerai Mie Gacoan yang berada di kawasan Jalan M. Yamin dan Jalan Ahmad Yani, Rabu (25/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II, Iswandi, bersama jajaran pimpinan dan anggota Komisi II. Hadir pula perwakilan Polresta Samarinda, manajemen pusat dari PT Pesta Pora Abadi selaku pengelola Mie Gacoan, pihak PT Bahana Security Sistem (BSS) sebagai pengelola parkir, serta perwakilan masyarakat sekitar.

Usai rapat, Iswandi menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang klarifikasi sekaligus mediasi antara pihak manajemen, pengelola parkir, dan warga. Dalam pertemuan itu turut hadir General Manager dan Manajer Area Kalimantan dari PT Pesta Pora Abadi, termasuk Dimas Sadi, untuk memberikan penjelasan terkait kerja sama pengelolaan parkir elektronik yang telah berjalan.

“Diskusi berlangsung cukup dinamis. Semua pihak menyampaikan pandangannya masing-masing, dan ada titik temu yang mulai terlihat. Teknis lanjutan masih akan dibahas agar tidak merugikan pihak mana pun,” ujar Iswandi.

Ia menambahkan bahwa kerja sama pengelolaan parkir antara manajemen pusat dan PT Bahana Security Sistem merupakan bagian dari kebijakan nasional perusahaan. Meski demikian, DPRD menilai penerapan di daerah harus tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan karakteristik lingkungan setempat.

“Kami memahami ada kontrak kerja sama yang berlaku secara nasional. Namun di sisi lain, aspirasi masyarakat juga harus diperhatikan. Prinsipnya, jangan sampai kebijakan tersebut memicu gangguan ketertiban atau ketidaknyamanan warga sekitar,” tegasnya.

Dalam pembahasan turut disinggung wacana penerapan parkir gratis. Namun, berdasarkan masukan dari kepolisian, kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji lebih matang karena berpotensi menimbulkan kepadatan dan persoalan baru di lapangan.

Komisi II berharap hasil dialog ini dapat melahirkan solusi yang proporsional, dengan tetap menghormati perjanjian kerja sama yang ada sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Jalan M. Yamin dan Ahmad Yani, sehingga aktivitas usaha dan kenyamanan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

13 hours ago

Proyek Jalan Rp196,8 Miliar di Kutai Barat Disorot : Aspal Diduga 2–3 Cm, Drainase Menyusut, BBPJN Kaltim Wajib Buka Data

Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…

16 hours ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

17 hours ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

2 days ago

SKANDAL JALAN AMBRUK BERULANG MARGASARI KUKAR: ABRASI MAHAKAM JADI ALIBI, DUGAN BOBROKNYA PROYEK DAN PERMAINAN ANGGARAN HARUS DITUNTASKAN!

LOA KULU, KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Kerusakan berulang pada Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan, khususnya di…

3 days ago

AMBLAS BERULANG KALI: BUKTI BOBROKNYA PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR JALAN YOS SUDARSO DESA JEMBAYAN, KUTAI KARTANEGARA

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Bencana yang berulang bukanlah sekadar takdir alam, melainkan cermin telanjang ketidakbecusan…

3 days ago