Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mujianto.(Foto Istimewa).
Penulis: Slamet Pujiono
Editor:Bayu
INDCYBER.COM,SAMARINDA-Kegiatan belajar mengajar masih menggunakan sistem online imbas pandemi Covid-19. Sehingga mau tidak mau, ketersediaan kuota internet menjadi kendala.
Di Kota Tepian, terdapat total 310 sekolah negeri setingkat SD dan SMP yang semuanya menggunakan sistem online. Solusinya, Disdik Kota Tepian melakukan kerja sama dengan PT Telkom Seluler (Telkomsel) untuk kebutuhan kuota internet menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Nasional.
Hal ini terungkap saat Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD Kota Samarinda dengan Dinas Pendidikan Kota Samarinda yang digelar di ruang utama lantai 2 gedung DPRD Kota Samarinda Jalan Basuki Rahmat, Samarinda,Selasa (18/8/2020).
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda dari fraksi Gerindra Mujianto mengatakan jika hearing dengan Dinas Pendidikan Kota Samarinda adalah adanya usulan anggaran perubahan untuk pendidikan yang tak lepas dari imbas belajar dari rumah atau sistem daring.
Politisi senior Gerindra ini juga menyampaikan jika Komisi IV DPRD Kota Samarinda sangat mendorong dan mengapresiasi usulan tersebut karena Pendidikan adalah mutlak dan utama.
“Hearing tadi pertama perihal Disdik meminta anggaran perubahan tahun ini, kami Komisi IV sangat mendorong, sangat mengapresiasi karena pendidikan adalah hal yang utama.Terkait pandemi Covid-19 tentunya kami terus bersinergi, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan karena untuk belajar mengajar dengan sistem online masih mendapatkan masalah terkait handphone android dan jaringan Internet dalam hal ini kuota data dan kami insyaallah akan mengalokasikan anggaran agar setiap RT dipasang jaringan internet atau Wi-Fi agar warga yang kurang mampu putra putrinya dapat belajar secara online di satu titik per RT,”ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Samarinda Mujianto kepada indcyber.com.
Selain itu Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mujianto juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin secepatnya menindaklanjuti surat edaran dari Kementrian Pendidikan tentang belajar mengajar secara daring disaat pandemi Covid-19.
“Saya meminta Kepala Dinas Pendidikan segera melakukan tindak lanjut terkait surat Kementrian Pendidikan untuk anak anak belajar di saat pandemi Covid-19.Anggaran untuk 2000 RT se Samarinda kurang lebih Rp 7 Miliar.Dan harapan Komisi IV dengan usulan anggaran sebesar itu segera ditindaklanjuti dan diusulkan kepada tim TAPD,”pungkasnya.
Sistem belajar secara online memang masih menjadi polemik di saat pandemi Covid-19,namun Komisi IV DPRD Kota Samarinda yang selalu bersinergi dengan instansi terkait yakin permasalahan tersebut akan dapat teratasi secara bertahap dan berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir.
Ujoh Bilang, indcyber.com - Dugaan kasus penyalahgunaan keuangan publik kembali mencoreng tata kelola pemerintahan tingkat…
SAMARINDA, indcyber.com — Kondisi penerangan di ruas Jalan Ampera, tepat di depan Kantor Kecamatan Palaran,…
Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…
Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…
LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…
KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…