PDI Perjuangan Tolak Pilkada via DPRD, Ananda Emira Moeis Ingatkan Amanat Reformasi dan Konstitusi

SAMARIND, Indcyber.com — PDI Perjuangan secara tegas menolak wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Sikap tersebut ditegaskan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, yang mengingatkan agar semangat Reformasi 1998 dan amanat konstitusi tidak dicederai oleh gagasan pilkada tidak langsung.

Menurut Ananda, penolakan itu merupakan keputusan resmi partai yang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan tahun 2026. Ia menegaskan, PDI Perjuangan tetap konsisten memperjuangkan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sebagai perwujudan demokrasi.

Ananda menilai, wacana pilkada melalui DPRD berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi yang diperjuangkan sejak Reformasi 1998. Menurutnya, rakyat memiliki hak penuh untuk menentukan pemimpin daerahnya karena merekalah yang paling memahami kondisi dan kebutuhan pembangunan di daerah.

Selain bertentangan dengan semangat reformasi, Ananda juga mengingatkan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung telah ditegaskan melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu, penghapusan mekanisme pilkada langsung dinilai berpotensi melanggar prinsip konstitusional.

Menanggapi alasan tingginya biaya pilkada langsung, Ananda menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada sistem pemilihannya, melainkan pada pendidikan politik dan penegakan hukum. Praktik politik uang, kata dia, harus dilawan dengan pengawasan ketat dan peran maksimal Bawaslu, bukan dengan mencabut hak demokrasi rakyat.

Penulis: Fathur | Editor:; Awang

Awang

Recent Posts

Dugaan Penyelewengan Dana Kampung Batu Majang senilai Rp1 Miliar Lebih Mengemuka, Aparat Hukum Didesak Bertindak

Ujoh Bilang, indcyber.com - Dugaan kasus penyalahgunaan keuangan publik kembali mencoreng tata kelola pemerintahan tingkat…

11 hours ago

Jalan Ampera Palaran Gelap, Warga Desak Pemerintah Segera Tambah Penerangan

SAMARINDA, indcyber.com — Kondisi penerangan di ruas Jalan Ampera, tepat di depan Kantor Kecamatan Palaran,…

1 day ago

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

7 days ago

Proyek Jalan Rp196,8 Miliar di Kutai Barat Disorot : Aspal Diduga 2–3 Cm, Drainase Menyusut, BBPJN Kaltim Wajib Buka Data

Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…

7 days ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

7 days ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

1 week ago