Categories: BERANDAKaltim

Tuntutan Masyarakat se-Kabupaten Penajam, ATR/BPN Berikan status jelas Lahan warga

Indcyber.com, Penajam – Rabu (22/5) Ratusan masyarakat Adat se-Kabupaten Penajam dari kelurahan sepaku, desa bumi harapan, pemaluan desa maridan desa binuang dan babulu sekitar pukul 09.35 berkumpul di Halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara, mereka adalah warga asli pribumi yang telah berdiam dan menetap selama ratusan tahun secara turun temurun, menuntut keadilan status lahan yang jelas.

Massa kemudian dengan berjalan kali mendatangi kantor ATR/BPN Penajam Paser Utara, untuk menyampaikan tuntutan serta untuk mempertanyakan keberadaan Bank Tanah yang dinilai masyarakat adat se-Kabupaten Penajam sangat meresahkan, di tambah lagi adanya informasi dari media social tentang rencana pemerintah mengusur beberapa lokasi yang akan dijadikan pengembangan infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara, dengan biaya pengganti yang sangat merugikan.

Berbagai spanduk di bentangkan di depan kantor ATR/ BPN Penajam Paser Utara, dengan tulisan sebagai bentuk menyuarakan perasaan dan emosi kekecewaan,  hingga harapan ada solusi terbaik dan tidak semena – mena terhadap masyarakat adat se-Kabupaten Penajam suku pribumi.

“ Kami bertanya kepada pemimpin terhormat di republic ini, darimana asal Bank Tanah khususnya di lokasi – lokasi dimana masyarakat adat se-Kabupaten Penajam tinggal ? “ Kata Sanarun Warga Logdam.

Ia menilai Pemerintah selama ini berbicara di public bahwa bekerja berdasarkan undang-undang yang ada, padahal di undang – undang itu ada hak rakyat yang tidak boleh di abaikan, “ presiden  Jokowi saya selalu mengikuti informasi kekinian, berulang kali Jokowi berpesan kepada jajarannya dari kementrian hingga pemerintah daerah, jangan lupakan hak rakyat terutama suku asli Pribumi. Jelas ada hak istimewa buat masyarakat adat kami, jadi tolong ATR/BPN kami menuntut segera terbitkan sertifikat Hak Milik (SHM) lahan masyarakat yang sudah berpuluh-puluh tahun menguasainya, bukan hak pakai seperti yang terjadi selama ini,” Kata sanarun lagi.

Ditambahaknnya, masyarakat adat se-Kabupaten Penajam hanya Menuntut SHP menjadi SHM, lahan masarakat pribumi jangan di rampas dengan adanya Bank Tanah, dan berharap justru memberikan hak yang jelas. “ Kami tidak mau terjadi seperti Suku Betawi menjadi terpinggirkan, bahkan di Balikpapan sudah terjadi suku balik terpinggirkan, kami yang tersisa masih terus berjuang  dengan keras menjaga adat dan budaya agar tidak hilang oleh perkembangan zaman dan adanya Ibu Kota negara,” Tandas Sanarun.(SS)

indcyber

Recent Posts

KRISIS AIR BERSIH DI AW SJAHRANIE: KRIMINALISASI HAK DASAR MASYARAKAT OLEH PDAM SAMARINDA

SAMARINDA, indcyber.com — Sudah satu pekan penuh, ribuan warga di kawasan Jalan Abdul Wahab (AW)…

1 day ago

PETAKA DIPALABUHAN SAMARINDA! KM PRINCE SOYA TERBAKAR SAAT BERSANDAR, KESELAMATAN PELAYARAN DIPERTANYAKAN

SAMARINDA, indcyber.com — Sebuah insiden berdarah dingin menguncang Pelabuhan Samarinda ketika KM Prince Soya mendadak…

3 days ago

“MODUS REKAYASA SURAT TANAH NO. REGISTER 205 DIBONGKAR TUNTAS “

TIM HUKUM KOPERASI SANTI MURNI YG DIGAWANGI OLEH BRIGJEN POL (PURN) DR. H.TAJUDDIN, SH. MH…

4 days ago

Sengketa Lahan 68 Hektar: Pihak Kecamatan Minta 3 Koperasi Turunkan Ego demi Kesejahteraan Anggota

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah kecamatan sambutan menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi penyelesaian konflik penguasaan lahan seluas…

4 days ago

Dapur MBG Krayan Selatan Mangkrak, Dialihfungsi Jadi Arena Bermain Siswa

KRAYAN SELATAN, KALIMANTAN UTARA, indcyber.com — Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas…

5 days ago

Seno Aji Tegaskan Pesantren Harus Aman: Satgas PRA Resmi Dibentuk se-Kaltim

SAMARINDA, indcyber.com — Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang bebas dari kekerasan dan perundungan resmi…

6 days ago