Agus Kurniawan :Kita Berharap Dandi Blak-blakan Jika Ada Pihak Lain Yang Terlibat

INDCYBER.COM, SAMARINDA -Baru beberapa hari memiliki Pimpinan anyar yaitu Chaerul Amir didapuk menjadi Kajati Kaltim, Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim meringkus tersangka perkara korupsi Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang, Rabu (23/10/2019) lalu yaitu Dandi Priyo Anggono yang ditangkap setelah empat tahun buron.

“Dandi ditangkap ketika mengembalikan motor pinjaman di area dekat rumah kontrakannya di Madiun,” ungkap Wakajati Kaltim Sarjono Turin didampingi Kajari Bontang Agus Kurniawan kepada wartawan, Kamis (24/10/2019) kemarin.

Sarjono menjelaskan, Dandi sempat empat kali berganti identitas. Ia juga sempat menikah siri dengan seorang wanita di Madiun. Semasa pelariannya, Dandi bekerja serabutan, termasuk menjadi driver taksi online.

Dandi ditangkap Tim Pidsus Kejari Madiun bersama Satreskrim Polres Madiun. Dandi merupakan tokoh kunci dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyertaan Modal Pemkot Bontang yang bersumber dari APBD 2014 sebesar Rp 10 miliar, dan dari APBD 2015 sebesar Rp 6,9 miliar.

Modusnya, sebagian dana itu didistribusikan ke empat anak perusahaannya. Yaitu, PT BPR Bontang Sejahtera, PT Bontang Transport, PT Bontang Karya Utamindo, dan PT Bontang Investindo Karya Mandiri.

Detilnya, penyertaan modal ke perusda AUJ yang dikelola Dandi itu senilai Rp 16,9 miliar. Pencairannya bertahap. Pertama sebesar Rp 10 miliar pada 30 Desember 2014 dan Rp 6,9 miliar pada 7 Mei 2015.

Jumlah itu bertambah setelah dipastikan Peruda AUJ juga mendapat pendapatan dari divisi parkir periode Januari hingga Agustus 2015 sebesar Rp 309 juta. Jadi, total dana yang dikelola AUJ sebesar Rp17,2 miliar.

Dari jumlah itu, Dandi lewat Perusda AUJ melakukan penyimpangan penggunaan dana baik berupa pekerjaan fiktif, penggunaan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan piutang macet dengan jumlah total Rp8 miliar.

Saat ditangkap Dandi merubah namanya menjadi Denny dan telah mempunyai KTP Madiun atas nama tersebut. Dandi meninggalkan Bontang pada 2016 lalu menuju Sangatta. Pada 2017 lewat bantuan sahabatnya Andi yang tak mengetahui perihal kasusnya, ia melanjutkan pelariannya ke daerah asalnya, Madiun. Di sana, ia merubah identitasnya beberapa kali.

Kajari Bontang, Agus Kurniawan  mengatakan  Dandi berjanji akan bekerja sama dengan penyidik mengungkap kucuran penyertaan modal itu.

“Nanti dia akan bicara blak-blakan, kita tunggu saja keterangannya. Yang pasti tipikor itu tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri, pasti ada kolaborasi dan peran tersangka lain,” tegas Agus.

Menurut Agus, ini momen yang bagus untuk Dandi bisa menjadi justice collaborator, untuk membuka dan mengurai peristiwa pidana menjadi terang benderang. Siapa yang ikut menikmati hasil rasuah, siap-siap untuk mempertanggungjawabkannya.

Untuk itu, Agus berharap, agar Dandi memberikan keterangan yang benar dan peranannya serta modusnya.

“Kita berharap Dandi terbuka menyampaikan informasi bila ada ke-terkaitan pihak lain,” pungkasnya.

Kajari Bontang Agus Kurniawan mewakili Kejaksaan Tinggi Kaltim menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang sangat apik dari Kejari Madiun dan Satreskrim Polres Madiun hingga tertangkapnya mantan Direktur Perusda AUJ Bontang. (bn)

 

Redaksi -

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

1 week ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

1 week ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

1 week ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

1 week ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 weeks ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago