Hamas Dorong Ketepatan Waktu dan Kemandirian Fiskal Daerah dalam Musrenbang RPJMD Kaltim

Indcyber.com, Samarinda – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kalimantan Timur 2025–2030 resmi dimulai, namun sorotan muncul dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Hamas), yang menilai forum strategis ini terlambat digelar.

Dalam Musrenbang yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Senin (5/5/2025), Hamas menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam perencanaan daerah, sembari tetap memberi dukungan terhadap visi pembangunan jangka menengah Gubernur Rudy Mas’ud.

“Musrenbang ini idealnya digelar di pekan kedua April. Kita harus disiplin waktu, karena ini menyangkut sinkronisasi program dari daerah hingga pusat,” ujar Hamas.

Meski begitu, DPRD Kaltim tetap mendukung program unggulan seperti pendidikan dan kesehatan gratis dalam platform GratisPol. Namun Hamas mengingatkan, tren penurunan dana bagi hasil (DBH) dari pusat bisa menghambat implementasi program-program tersebut.

“Kami bukan menolak program. Tapi dengan DBH yang menurun, fiskal kita semakin ketat. Harus realistis dalam menyusun prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Rudy Mas’ud menyoroti keterbatasan kewenangan daerah dalam mengelola kekayaan alam. Ia menilai, ketergantungan fiskal pada pemerintah pusat menjadi beban yang menghambat kemandirian daerah.

“Kita butuh ruang untuk kelola potensi daerah sendiri. Sawit 3 juta hektare, tapi DBH-nya cuma Rp38 miliar? Ini timpang,” kata Rudy.

Ia bahkan mengusulkan evaluasi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 agar daerah bisa lebih berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya dan memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).

Dengan tantangan fiskal dan regulasi yang ketat, Musrenbang RPJMD kali ini menjadi ujian awal bagi sinkronisasi antara visi kepala daerah dan fungsi pengawasan DPRD, sekaligus momentum untuk menuntut otonomi yang lebih berkeadilan bagi Kalimantan Timur.

Reporter: Fathur | Editor: Awang | ADV

Awang

Recent Posts

SKANDAL TANAH SAMARINDA : Lahan Milik Koperasi Santi Murni, Koperasi Sagatrade Murni dan Koperasi Kalimanis, Di Kuasai Mafia Tanah

SAMARINDA (INDCYBER.COM) — Sengketa kepemilikan lahan di wilayah Kelurahan Sungai Kapih dan Selili, Samarinda, membongkar…

18 hours ago

MENGATASNAMAKAN APBD TRILIUNAN, TAPI TARUH NYAWA ANAK SEKOLAH: DUKA DARI DESA SANTAN ULU

Santan Ulu, indcyber.com — Di tengah gembar-gembor pembangunan megah dan limpahan Dana Bagi Hasil (DBH)…

19 hours ago

SKANDAL AMATIRAN PEMKAB KUKAR: KULITI SURAT DLHK B-207/2026, PEMBIARAN KEJAHATAN LINGKUNGAN BERHALUSKAN ALIBI ANGGARAN!

TENGGARONG, indcyber.com — Pengakuan mengejutkan keluar dari rahim Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Melalui…

22 hours ago

KULITI MAFIA TANAH SAMARINDA! MODUS BARTER INVESTASI & SKUMHAT CACAT HUKUM SURYA SAMUDRA – WAHYUDI MANAF UNTUK CANGKOLING LAHAN SANTI MURNI, SAGATRADE & KALIMANIS!

Samarinda, indcyber.com, Analisis & Penegasan Fakta Pertanahan milik 3 Koperasi Kalimanis Group Lahan yang menjadi…

22 hours ago

BAU MENYENGAT DIBALIK LELANG BATU BARA ILEGAL: KAPAK BONGKAR DUGAAN MAFIA SISTEM DAN KETERLIBATAN “PELAKU PENCURIAN” SEBAGAI PEMENANG LELANG

SAMARINDA, indcyber.com— Skandal dugaan kecurangan pengelolaan aset negara berbasis Sumber Daya Alam (SDA) kembali mencoreng…

2 days ago

BONGKAR BOBROK PROYEK IRIGASI TELUK PANDAN: Anggaran Rp3,8 Miliar Menguap di Balik Indikasi Pelanggaran Hukum dan Perencanaan Bodong

TELUK PANDAN , indcyber.com— Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Tambak Daerah Irigasi (D.I.) Martadinata di Kecamatan…

3 days ago