Samarinda Siap Terapkan Sertifikasi Halal, DPRD Finalisasi Raperda Perlindungan Konsumen

Indcyber.com, Samarinda –  Para pelaku usaha di Kota Samarinda diminta mulai bersiap menyambut kebijakan nasional terkait kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan secara menyeluruh mulai Oktober 2026. Sebagai langkah antisipatif, DPRD Kota Samarinda kini tengah memfinalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Jaminan Produk Halal dan Higienis.

Pembahasan awal Raperda ini digelar oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) pada Kamis (10/4/2025), dipimpin langsung oleh Ketua Bapemperda, Abdul Rohim, bersama sejumlah anggota legislatif dan perwakilan akademisi dari UINSI Samarinda selaku penyusun naskah akademik.

“Ini adalah momentum penting untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus mendorong pelaku usaha di Samarinda agar lebih profesional dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Abdul Rohim usai rapat.

Dalam draf yang tengah dibahas, Raperda tersebut tidak hanya mengatur tentang kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan, minuman, obat, dan kosmetik, tetapi juga mencakup mekanisme pengawasan serta kemudahan proses sertifikasi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Pemkot Samarinda melalui tim lintas sektoral nantinya akan bertugas mengawal jalannya implementasi perda, mulai dari tahap pendaftaran hingga pengawasan pasca-sertifikasi. Ini dinilai penting untuk memastikan efektivitas aturan di lapangan.

“Bagi UMKM, regulasi ini bisa jadi tantangan, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan daya saing di tengah pasar yang semakin selektif terhadap standar kehalalan dan kehigienisan,” terang Rohim.

Ia menambahkan, agar tidak terjadi kebingungan di lapangan, penting bagi pemerintah dan DPRD untuk segera mengesahkan Raperda ini serta melakukan sosialisasi yang masif ke pelaku usaha.

Raperda ini sejatinya sudah mulai digagas sejak tahun 2024 melalui Panitia Khusus (Pansus), dan kini memasuki tahap finalisasi di tangan Bapemperda sebelum dibawa ke rapat paripurna untuk pengesahan.

Jika diterapkan dengan baik, Perda ini diharapkan tidak hanya memberi kejelasan hukum bagi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk yang beredar di Kota Samarinda. Dengan begitu, kota ini bisa menjadi rujukan daerah lain dalam pengelolaan produk halal dan higienis yang berorientasi pada kepentingan konsumen.

Reporter : Fathur | Editor: Awang | ADV

Awang

Recent Posts

Korupsi RPU Kutim Rp10,8 Miliar: Pemkab Tegaskan Tak Intervensi Proses Hukum Kadis Ketahanan Pangan

SANGATTA , indcyber.com– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya resmi angkat bicara menyusul penetapan status…

2 hours ago

Polisi Bongkar Modus Curanmor di Sungai Pinang: Identitas Motor Dirusak Demi Hindari Pelacakan

Dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diamankan jajaran Polsek Sungai Pinang usai dilakukan…

23 hours ago

APM Kaltim Ajak Massa Jaga Aksi Tetap Damai dan Tertib pada 21 April 2026

Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…

1 day ago

Berujung Penganiayaan, Aksi Menolong Pria Mabuk di Mahulu Justru Picu Amarah

Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…

2 days ago

Motor Diparkir Tanpa Kunci Pengaman, Dua Pencuri Berhasil Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…

3 days ago

Mantan Kadis Pertambangan Kukar Berinisial AS Resmi Ditahan Terkait Kasus Lahan Transmigrasi

SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…

3 days ago