Pelayanan Kesehatan Massal dan Donor Darah di Desa Tanjung Batu

Indcyber.com, Kukar – Pelayanan Kesehatan Massal dan donor darah di gagas oleh Mahasiswa Stikes WHS dan Masyarakat Siaga Darah/Blood Alert Community (BAC) melibatkan PMI Kukar berlangsung pada Senin (22/10/2018) di Balai Pertemuan Umum Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Fasilitas pelayanan kesehatan gratis berupa skrining kesehatan yang perdananya di lakukan di desa tanjung batu, sangat di dukung oleh pemerintah desa setempat, bertepatan dengan kehadiran adik-adik mahasiswa yang sedang melakukan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau lazimnya juga di sebut Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wiyata Husada Samarinda (STIKES-WHS) yang menurunkan 40 orang mahasiswa

Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk melayani masyarakat di desa-desa yang sulit terjangkau dari fasilitas pelayanan kesehatan umum yang sesuai ketentuan standar prosedur dan anjuran Kementrian Kesehatan bahwa, setiap warga negara yang berusia 15 tahun ke atas, wajib melakukan pemeriksaan minimal 1 tahun sekali meski tidak ada keluhan yaitu pengecekan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, virus mata dan cek laboratorium sederhana, gula darah serta uji seleksi untuk melakukan pendonoran darah.

Menggandeng mitra dalam melakukan pelayanan kesehatan massal gratis serta donor darah adalah langkah yang tepat untuk mendidik sasaran di desa setempat, utamanya kawasan tenggarong seberang yang tidak lain adalah basis wilayah berdirinya Komunitas Masyarakat Siaga Darah atau Blood Alert Community Kaltim yang pada awal berdirinya di gagas oleh Ernik Tresnawati Penyuluh Kesehatan dari Puskesmas Teluk Dalam beserta tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Desa Sehat Mandiri atau Desa Siaga wilayah kerja UPTD Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Cikal bakal berdirinya sejak tahun 2015 silam, namun baru gencar-gencarnya eksis di tahun 2018, karena pada tahun-tahun sebelumnya terbentur pada kesibukan anggota masing-masing,” demikian itu di sampaikan oleh Ernik Tresnawati Ketua BAC Kaltim.

Demikian halnya oleh pembina BAC Kaltim Saiful Bahri bahwa dengan Berlangsungnya kegiatan yang di gagas bersama dengan mahasiswa kesehatan merupakan ajang sosialisasi yang positif untuk tugas kuliah kerja nyata dan pengenalan langsung keberadaan Komunitas ini kepada publik sekitar “ketika kami mulai di kenal maka dengan mudah kedepanya untuk melakukanya secara kontinyu dan terjadwal dalam tiap kegiatan pelayanan kesehatan kedepanya,” bebernya. 

Sementara itu sambutan Ketua Fakultas Kesehatan WHS Edy Mulyono, Spd., M.Kep yang meninjau langsung bersama Ketua Bidang Perawatan Rusdi, S.Kep., M.Kep bahwa ini adalah wujud daripada pembelajaran komunitas yang sebenarnya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat secara mandiri, di dalam darah yang baru terkandung imun sehingga yang donor maka daya imunnya semakin baik. Kedepan kita akan bekerja sama dengan BAC untuk mengerahkan mahasiswa pada saat ada kegiatan seperti ini.

Pendapat Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan dari mahasiswa STIKES WHS Agus Winarno, Tanjung Batu masyarakatnya benar masih jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan, walaupun jaraknya berada di tengah-tengah antara Kota Tenggarong dan Kota Samarinda namun untuk semacam kegiatan penyuluhan, sosialisasi tentang pelayanan kesehatan yang penting untuk di sampaikan dan direalisasikan sangat jarang dan kurang karena keterbatasan tenaga kesehatan yang bertugas di desa Tanjung Batu

“justru kali ini kami hadir di tengah-tengah masyarakat desa agar mereka di tengah kesibukannya juga peduli terhadap kondisi kesehatan,” ujarnya

Sependapat dengan hal itu Petugas Tekhnis UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Wahyu Ramdani “berlangsungnya kegiatan ini, sangat membantu kami untuk menambah stok kantung darah di PMI, justru di butuhkan kesigapan kami dalam hal ini untuk menjemput bola di lapangan, lebih baik lagi jika hal ini berkelanjutan dan kalau bisa kedepanya di tiap kelurahan Tenggarong Kota,” imbuhnya.

Menurut data yang di kumpulkan bersama oleh para panitia pelaksana kegiatan, jumlah pelayanan pemeriksaan kesehatan di desa tanjung batu berjumlah 70 orang warga desa, untuk pemeriksaan ibu hamil 5 orang, jumlah peminat pendonor darah yang lolos sebanyak 18 orang dan yang tidak lolos di karenakan faktor rendahnya HB atau hemoglobin dalam darah dan faktor lain-lain berjumlah 18 orang. Bagi masyarakat yang belum hadir akan dilayani posko mahasiswa.

Dari data yang berhasil di kumpulkan tersebut merupakan bentuk antusiasme dan keseriusan warga dalam menyambut kegiatan tersebut yang pada intinya bertujuan positif demi kesehatan masyarakat sekitar demikian pula di sampaikan salah satu warga yang hadir dan ikut serta mendonorkan darahnya salah satunya adalah bu Efi “kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami, ada banyak manfaat untuk bisa di terapkan misal senam bersama, manjaga kebersihan rumah dan lingkungan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, cek kadar HB dan yang berminat untuk donor ya juga ada,” papar bu Efimaini

Tidak sampai disitu saja mengenai kesan yang langsung di rasakan oleh warga tapi juga oleh pemerintah desa Tanjung Batu Muhammad Nasir, S.Sos., M.Si ikut memberikan statement secara langsung melalui kru kami yang bertugas di lapangan

“kami pada intinya sangat merespon adanya kegiatan ini dan sangat berterima kasih sekali, karena sebetulnya desa kami yang tepat berada di pojokan dan sangat membutuhkan informasi dan sosialisasi terkait kesehatan dan pengobatan gratis, sedapat mungkin saya menyaring dan menangkap ide dari rekan mahasiswa yang jauh sebelum acara ini dimulai untuk segera di realisasikan agar manfaat dan ilmunya sama bisa di rasakan bersama,” Tutup Kades Tanjung Batu Muhammad Nasir.

 485 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *