Wakil Ketua DPRD Kaltim Terima Aliansi Garuda Mulawarman

INDCYBER.COM,SAMARINDA – Aliansi Garuda Mulawarman yang didukung beberapa fakultas plus  10 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjadi perwakilan mahasiswa yang menemui wakil rakyat di DPRD Kaltim. Berjumlah kurang lebih 50-an orang, mereka diterima ruang pertemuan gedung D DPRD Kaltim, Selasa (1/10/2019) sore tadi.

Mereka juga membawa petisi MoU yang minta disepakati bersama dengan DPRD dengan emoat item utama yaitu, pertama tolak pasal-pasal UU KPK yang melemahkan KPK. Kedua tolak pasal RKUHP yang tidak pro rakyat. Ketiga, mengecam tindakan represifitas aparat kepolisian terhadap rakyat. terakhir, mendesak kapolri untuk segera mundur dari jabatannya.

“Kami sangat menyesali respons anggota dewan yang tidak mendukung tuntutan kami,” ucap Jendral Garuda Mulawarman Idet Harianto yang juga mahasiswa FKIP Mulawarman.

Perwakilan mahasiswa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Samsun,Sigit Wibowo dan Andi Harun serta didampingi oleh anggota dewan lainnya seperti, Sarkowi V Zachry, Masykur Sarmian, Safruddin, Puji Setyowati, Romadhony dan Ananda Emira Moeis,H Baba, H Jawad Sirajuddin, Herliana Yanti.

Perwakilan dewan Samsun, menjelaskan bahwa kondisi DPRD tak merespons, tidaklah benar. Karena di tiga edisi demo yang berakhir anarkis itu, DPRD sebenarnya sangat mau menemui mahasiswa dengan kondisi lewat perwakilan yang sayangnya aelalu ditolak mahasiswa.

“DPRD sudah responsif bahkan sebelum mahasiswa tiba dilokasi demo. Padahal kalau pertemuan seperti ini dilakukan dari awal. Pastilah demo tak harus bwrlarus dan berakhir anarkis,” ucap Samsun.

Meski sempat disayangkan bahwa mahasiswa justru terkesan menghindari diskusi dan pertemuan, DPRD pada akhirnya tetap memfasilitasi pertemuan dengan para mahasiswa.

DPRD bahkan siap menandatangani petisi jika dibutuhkan.

“DPRD satu hati dan satu suara dengan mahasiswa terkait hal apapun yang melemahkan demokrasi negeri ini. Disepakati ada empat untutan dari mahasiswa yang nantinya akan diteruskan hingga ke pusat oleh DPRD Kaltim,” tegasnya.

Sayangnya diakhir pertemuan meski secara umum didukung DPRD Kaltim mahasiswa malah menyuarakan mosi tak percaya pada DPRD Kaltim.  Kondisi itulah yang justru kembali direspons oleh DPRD.

“Nah, ini yang seharusnya diluruskan. Bagaimana bisa mahasiswa menginginkan DPRD Kaltim memperjuangkan tuntutan mereka sampai ke DPR RI, tetapi kami justru tak dipercaya,” kata anggota DPRD, Sarkowi V Zachry.

Meski begitu DPRD tetap menerima MoU tuntutan mahasiswa, menandatanganinya dan berjanji membawanya hingga ke DPR RI. (sp).

 

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *