Castro: Jangan Sampai Rekrutmen Tenaga Honorer Di DPRD Kota Samarinda Dijadikan Lapak Oleh Oknum Tertentu Dengan Sarat Titip Menitip

Pengamat Hukum Universitas Mulawarman Samarinda, Herdiansyah Hamzah karib disapa Castro.(foto: istimewa).

Penulis: Slamet Pujiono
Editor: Redaksi

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Sidak Walikota Samarinda Andi Harun ke Sekretariat DPRD Kota Samarinda masih hangat menjadi perbincangan di masyarakat.Bukan tanpa sebab tenaga honorer Sekretariat DPRD sekelas DPRD Kota Samarinda dinilai terlalu sangat gemuk bahkan sangat melebihi anggota DPRD Kota Samarinda yang hanya berjumlah 45 orang sedangkan tenaga honorer atau PTTH dan PTTB berjumlah 387.

Banyak kalayak yang memperbincangkan hal tersebut menyoroti banyaknya tenaga honorer di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Samarinda.Yang jelas tenaga honorer tersebut banyak didominasi oleh titipan dari oknum oknum tertentu.

Akademisi dan juga Pengamat Hukum Universitas Mulawarman Samarinda Herdiansyah Hamzah atau karib disapa Castro ini juga ikut menilai buruknya manajemen di sekretariat Dewan Kota Samarinda.

“Postur PTTH dan PTTB di sekretariat DPRD Kota Samarinda memang terlalu gemuk dan itu mengherankan.Dugaan saya, banyak titipan di sana. Itu sudah bukan rahasia, sudah jadi obrolon warung kopi dimana-mana,”ujar Castro kepada indcyber.com via pesan WhatsAppnya, Kamis (1/4/2021).

Castro juga mengatakan jika 387 orang PTTH itu delapan kali lipat jumlah anggota DPRD Kota Samarinda.

“387 orang PTTH itu delapan kali lipat dari jumlah anggota DPRD Samarinda. Belum termasuk puluhan PTTB lainnya, jadi gedung DPRD Samarinda itu sudah serupa satu kelurahan.Bagus kalau semua bekerja. Lha kalau non job semua kan secara otomatis sudah menjadi bengkak beban anggaran belanja Pemkot Samarinda,”urainya.

Pengamat Hukum Universitas Mulawarman ini sangat setuju dengan langkah yang diambil oleh Walikota Samarinda Andi Harun untuk sidak di sekretariat DPRD Samarinda.Ia menilai setidaknya membongkar kebobrokan rekrutmen PTTH dan PTTB.

“Saya sangat setuju langkah yang diambil oleh Walikota Samarinda Andi Harun,jadi sidak ini setidaknya membongkar borok rekrutmen PTTH dan PTTB di DPRD. Dan ke depan, sistem rekrutmen ini perlu dievaluasi dan dibenahi jangan sampai rekrutmen ini dijadikan lapak bagi oknum tertentu yang sarat dengan titip menitip,”tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Wali Kota Samarinda Andi Harun geruduk kantor DPRD Kota Samarinda, Senin (29/3/2021).Inspeksi mendadak (sidak) ini didampingi oleh Asisten III Pemerintah Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda Andi Harun dikejutkan dengan banyaknya jumlah Pegawai Tidak Tetap Harian (PTTH) dan Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PPTB) mencapai 387 orang.

Saat memasuki salah satu ruangan, Andi Harun geram menyaksikan hanya 13 orang yang terdata masuk kerja. Sedangkan total satu ruangan disampaikan sebanyak 30 orang.

 195 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *