EDY KURNIAWAN : SEMUA PERUSAHAAN SAWIT DI KALTIM HARUS BERMITRA DENGAN PETANI SAWIT SWADAYA

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Setelah hearing dengan petani sawit dari Paser,Penajam Paser Utara dan petani sawit dari Kabupaten Kutai Kartanegara bulan lalu hingga kini belum ada sidak ke lapangan karena alasan masih banyaknya agenda rapat.Jadi saat ini harga tandan buah segar anjlok drastis membuat petani sawit menjerit.

Seiring semakin anjloknya harga TBS dalam hal ini Komisi II DPRD Kaltim mendorong Pemerintah di seluruh kabupaten dan kota agar perusahaan sawit yang ada di Kaltim untuk bermitra dengan petani sawit swadaya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Edy Kurniawan mengaku sudah mengeluarkan rekomendasi kepada Pemprov Kaltim untuk menyurati pemerintah ke seluruh daerah untuk selanjutnya memerintahkan perusahaan sawit agar bermitra dengan petani swadaya.

“Semua perusahaan sawit harus bermitra dengan petani sawit swadaya. Hal itu dilakukan untuk meredam anjloknya harga sawit,kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten dan Kota agar melalakukan pengawasan terhadap kerja sama pola kemitraan” ujar Edy baru-baru ini saat ditemui di ruang kerjanya.

Komisi II berharap agar semua Pemerintah Kabupaten/kota menyurati semua perusahaan sawit untuk bisa menerima dengan ketentuan syarat harga yang akan nantinya dikeluarkan Pemerintah Kabupaten/Kota. Edy mengaku yang bermasalah sekarang adalah pemilik pabrik sawit, sebab pemilik pabrik sawit enggan menerima sawit jika tidak ada pola kemitraanya.

“Sambil Pemerintah melakukan pengawasan agar pabrik sawit bermitra dengan petani swadaya,kami berharap petani swadaya juga cepat bermitra dengan pabrik sawit.”imbuhnya.

Kewenangan Pemerintah Provinsi adalah mengatur harga sawit dan menetapkan harga sawit untuk yang bermitra. Namun diluar itu, ujar Edy itu tidak diatur regulasinya.

“Sekarang yang kita atur adalah perusahaan sawit yang bermitra dan pabrik sawit yang bermitra itu tidak ada masalah,sebab mereka pasti mengikuti harga pemerintah dan mereka cenderung tidak berani,” tegas politisi PDI P yang saat ini juga caleg nomor urut 7 Dapil Samarinda

Disinggung soal harga sawit perkilonya Edy mengaku tergantung masa panen sawit dan jarak sawit yang akan diangkut oleh pihak perusahaan.Edy Kurniawan,mengatakan yang menentukan harga sawit adalah Dinas Perkebunan Kaltim.

Perlu diketahuu jika sebelumnya, petani sawit di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartenagara menjerit karena mengeluhkan rendahnya nilai beli tandan buah segar (TBS) oleh pihak pabrik atau perusahaan dalam tujuh bulan terahir. Harga sawit rata-rata dijula dengan gharga Rp600 sampai harga Rp850 per kg.

Selain itu saat disinggung akibat anjloknya harga sawit apakah dipengaruhi naiknya harga pupuk,dengan tegas Edy Kurniawan mengatakan jika kenaikan harga pupuk itu sangat relatif

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *