Tersenggolnya Jembatan Martadipura Oleh Ponton Batu Bara Buat Geram Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Alif Turiadi(foto:slamet/indcyber.com)

INDCYBER.COM,KUKAR-Jembatan Martadipura adalah jembatan yang menghubungkan kecamatan Kota Bangun bagian utara dengan Kota Bangun bagian selatan, kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI, HM Maruf, SE pada tanggal 6 Maret 2006. Jembatan ini difungsikan untuk menghubungkan 5 kecamatan yang selama ini terisolir dapat diakses dengan mudah melalui jalan darat. Jembatan Martadipura paling tidak dapat menghubungkan 5 kecamatan di Kutai Kartanegara, yaitu Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, dan Muara Muntai.

Namun sayang jembatan tersebut sudah berkali-kali tersenggol ponton batu bara yang melintas dibawah jembatan Martadipura.Terakhir beredar video di media sosial yang menunjukkan kapal ponton mengangkut tumpukan batu bara yang tinggi hingga mengenai badan jembatan Martadipura di Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Senin (31/5/2021).

Dan diduga tumpukan batu bara tersebut mengenai badan jembatan Martadipura disebabkan air Sungai Mahakam yang saat ini sedang pasang.

Dengan insiden tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dari fraksi Gerindra dapil Muara Kaman, Sebulu dan Tenggarong Seberang, HM Alif Turiadi,SE.Kepada indcyber.com di ruang kerjanya Alif mengungkapkan penyesalannya terkait inseden tersebut.

“Kami dari DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara sangat menyesalkan kejadian tersebut karena ini menjadi evaluasi kita bersama agar kedepannya jembatan Martadipura yang sudah sering terjadi disenggol ponton ataupun muatan baranya sangkut ini tidak terjadi lagi,”ujar Alif.

Pria yang identik dengan kacamata tersebut juga mengatakan jika memang diperlukan sebuah organisasi atau tempat guna memandu serta mengawal pengolongan setiap ponton yang melintas dibawah jembatan Martadipura.

“Kita perlu adanya organisasi atau wadah yang memandu, mengawal agar mereka pada saat pengolongan tidak terjadi insiden karena kalau sampai terjadi ini sangat membahayakan masyarakat pengguna jembatan tersebut karena ini aset pemerintah dan dampaknya sangat luas bagi masyarakat,”tuturnya.

Perlu diketahui jika Jembatan Martadipura Kota Bangun adalah akses yang sangat vital.Masih lanjut Alif,kejadian tersebut sudah diidentifikasi pelakunya dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan untuk klarifikasi.

“Kejadian tersebut telah teridentifikasi pelakunya dan minggu depan insyaallah akan kami panggil untuk klarifikasi karena ini prosesnya akan menjadi proses hukum kalau mereka dalam kegiatan ini terbukti ada pelanggaran hukumnya,”pungkas politisi senior Gerindra Kutai Kartanegara tersebut mengakhiri perbincangannya dengan indcyber.com,Rabu(2/6/2021).

Penulis:Slamet Pujiono
Editor:Bayu

 

 153 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *