DUSUN PONDOK LABU LOA IPUH DARAT TERENDAM BANJIR MENGAKIBATKAN SARANA WARGA LUMPUH TOTAL

IndCyber.com, KUKAR – Akhir-akhir ini banjir sering melanda sebagian  wilayah di Indonesia, seperti di wilayah Kutai Katanegara dan sekitarnya khususnya di Dusun Pondok Labu Kelurahan Loa Ipuh Darat Kecamatan Tenggarog Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dusun Pondok Labu atau RT 10 Kelurahan Loa Ipuh Darat dulunya belum pernah mengalami kebanjiran separah ini. Dikabarkan bahwa banjir kali ini menenggelamkan rumah warga hingga kurang lebih 1,5 meter . Tidak Cuma itu saja, banjir kali ini melumpuhkan aktifitas sekolah hingga semua fasilitas sekolah hancur berantakan baik buku pelajaran, bangku, meja, alat peraga dan lain sebagainya hancur hingga tak dapat digunakan lagi. Seperti yang dikatakan salah satu tenaga Guru Honorer (Abdul Anan-red) kepada media ini, bahwa terpaksa anak Murid di liburkan sementara karena fasilitas belajar mengajar sudah tidak layak dipergunakan lagi.

Senada yang disampaikan salah satu murid yang masih duduk di bangku kelas empat SD bernama Yani. Dengan polos Yani bercerita  tentang kejadian semalam dengan menjawab beberapa pertanyaan Media seputar Sekolah Dasar 026 ini “ semuanya rusak, seperti buku, meja, kursi dan lemari. Jadi kami tidak dapat belajar lagi, termasuk rumah kami juga terendam” jelas Yani.

Selain Sekolah, beberapa fasilitas umum seperti Genset Umum, Pompa Air bersih, Rumah Ibadah tak luput dari incaran luapan air tersebut. Disamping itu juga beberapa barang warga banyak yang rusak termasuk ternak Warga banyak yang mati karena tidak sempat menyalamatkan diri. Saat kejadian, Wagga hanya bisa pasrah dan mengungsi di pinggir jalan Houling PT. Tanito Harum dengan membangun tenda darurat. Menurut keterangan beberapa warga setempat bahwa banjir diduga ada keterkaitannya dengan penyempitan anak sungai yang berada disekitar Wilayah pemukiman Warga, atau diduga melubernya air yang berada dibeberapa gubangan bekas tambang batu bara sekitar.

Diselah-selah sibuknya Warga menyelamatkan harta benda dan anak-anak mereka, terselip beberapa kalimat dari segumulan Tokoh-tokoh Masyarat dan Pemuda bahwa mereka akan mencari tau penyebab banjir kali ini, soanya selama mereka bermukim di daerah ini belum pernah ada banjir yang separah ini walau hujan sampai tiga hari berturut-turut. Andai saja semua ini akibat ulah Perusahaan sekitar, maka mereka akan melakukan tindakan serta melakukan upaya hukum agar hal seperti ini tidak terulang lagi, serta member sangsi hukum kepada siapa saja yang sengaja melakukan pembiaran terhadap kenyamanan Warga. (mrg)

 577 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *