Fitri Maisyaroh:Sikap Kami Tegas, Menolak RUU HIP Dari Awal

INDCYBER.COM, BALIKPAPAN – Beberapa Partai Parlemen yang menjadi koalisi dan oposisi pemerintah, seperti PPP, PKS, PAN dan NasDem secara bersama meminta agar TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dimasukan sebagai konsiderans ‘mengingat’.

Mereka beramai ramai meminta agar prosesnya lebih inklusif dan melibatkan banyak pihak, dan bukan pemaksaan kehendak seperti yang terjadi sekarang yang tidak mencerminkan bagaimana lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Begitupun dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR yang merupakan oposisi Pemerintah juga menolak RUU HIP dengan alasan yang sama.

“Jangan abaikan bahaya laten komunisme. TAP MPRS XXV/1966 secara resmi masih berlaku karena bahayanya mengancam bangsa Indonesia sampai dengan saat ini,” kata Ketua Fraksi PKS DPR-RI Jazuli Juwaini lewat siaran pers.

“TAP MPRS tersebut dalam hierarki perundang-undangan berada di atas UU dan di bawah UUD, jadi sudah semestinya menjadi rujukan,” tambahnya.

Sikap tegas terhadap penolakan RUU HIP juga “diteriakan”oleh anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Fitri Maisyaroh yang juga sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kaltim.

“Sikap Kami Jelas, Menolak RUU HIP sejak awal.Karena sudah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga Pancasila.Dan sebaiknya RUU HIP dibatalkan saja.Karena tidak sesuai dengan amanah dari pendiri bangsa ini,”ujar Politisi PKS Dapil Balikpapan kepada indcyber.com via WhatsApp, Selasa (23/6/2020).

Fitri Maisyaroh menyampaikan jika RUU HIP isinya cenderung mereduksi esensi yang sebenarnya dari Pancasila. Ada pasal yang mendorong Pancasila diperas menjadi trisila bahkan ekasila. Hingga akhirnya hanya gotong royong. Kemudian ada pasal yg menuliskan ketuhanan yg berkebudayaan.

“Selain itu, rumitnya proses penyusunannya,hingga pengusul nampak berat dan menolak keras memasukkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah NKRI. Tentu ini menuai kecurigaan. Ada apa gerangan sebenarnya?,” tegasnya

Terlebih di saat bangsa ini sedang berjuang melawan pandemi covid-19 yang hingga hari ini masih terus bertambah naik jumlah pasien positif Covid-19.

“Mari sama-sama kita jaga Pancasila, dari pihak-pihak yang berusaha menggesernya dari kedudukan dan esensi asalnya,”pungkasnya.

Penulis: Slamet Pujiono
Editor:Bayu
Sumber: Indonesia Cyber

 857 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *