Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19,Ini Kata Anggota DPRD Kaltim Harun Al-Rasyid

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia, per Rabu (1/4), mencapai 1.677 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 157 jiwa, dan jumlah yang sembuh 103 orang

Menanggapi Covid-19 atau virus corona anggota DPRD Kaltim sekaligus Ketua fraksi PKS Dapil VI Bontang Kutim Berau jika hal tersebut harus dilihat secara utuh, yaitu dari dua sisi, pertama dari sisi lahiriyah dan kedua dari sisi spiritual. Inilah, yang menurut hemat politisi senior PKS Kaltim tersebut cara pandang yang sesuai dengan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Secara lahiriyah, wabah corona adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu SARS-CoV-2. Dan karena virus ini muncul di tahun 2019, maka disebut juga covid-19 atau corona virus disease tahun 2019. Virus corona sebenarnya adalah virus biasa. Tingkat fatalitas (kematian)nya kurang lebih 3%. Menjadi berbahaya kemudian karena penularan dan penyebarannya yang sangat skalatif atau massif,”ujar Harun Al-Rasyid saat dikonfirmasi indcyber.com via WhatsApp, Rabu (1/4/2020).

Penularan dan penyebaran virus corona melalui droplet (air ludah atau air liur). Karena itu, cara pencegahannya dengan melakukan isolasi, baik secara mandiri dengan tinggal di rumah (stay at home) atau merawat secara terisolasi bagi yang positif atau PDP di rumah sakit rujukan.

Sebenarnya, dalam diri manusia ada zat kekebalan tubuh (immunitas) yang bisa melawan virus ini. Oleh karena itu, cara pencegahannya yang paling utama adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, misalnya dengan menjaga kebersihan, makan makanan yang bergizi dan berolah-raga.

“Selain penularan dan penyebarannya yang skalatif, wabah virus corona juga punya dampak secara ekonomi, sosial dan politik. Secara ekonomi, menyebabkan banyak orang yang kehilangan penghasilan, karena kebijakan isolasi di rumah saja atau lockdown. Secara sosial, menyebabkan kepanikan, karena kekhawatiran terjadi kelangkaan bahan makanan, akibatnya terjadi panic buying, bahkan mungkin penjarahan. Secara politik, muncul ketidak percayaan terhadap Pemerintah, karena terkesan lamban dan tidak bisa mengambil kebijakan yang tegas dan tepat,”urai politisi PKS ini.

Masih menurut Harun Al-Rasyid jika dilihat dari sisi spiritual,wabah ini disebabkan karena perbuatan dosa, kezaliman dan ketidak adilan yang terjadi secara luas di tengah-tengah masyarakat.Maka, dari sisi ini juga harus diperbaiki. Bahkan ini harus menjadi ruhnya.

“Berbagai tindakan yang diambil untuk mengantisipasi dan menanggulangi penularan dan penyebaran serta dampak secara ekonomi, sosial dan politik dari wabah virus corona, berpariasi.Di Bontang misalnya, Pemerintah dan DPRD Kota Bontang telah mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

1.Merelokasi anggaran 30 Miliar
untuk pembangunan ruang isolasi di RSUD, bantuan langsung tunai sebesar Rp.500.000/keluarga yang terdampak dan gratis PDAM. Semua itu untuk perkiraan selama 3 bulan ke depan.

2.Pemotongan gaji PNS 100.000/bln.

3. Penyemprotan disinpektan di wilayah padat penduduk,”tuturnya.

Perlu diketahui di Kutim, Pemerintah dan DPRD Kabupaten Kutai Timur telah mengambil langkah2 sbb:

1. Anggaran 40 Miliar untuk
pelayanan pengobatan gratis bagi yang positif terkena penyakit Corona, penyemprotan di tempat-tempat umum dan penyediaan sarana tempat cuci tangan ditempat umum (keramaian)

2. Pengecekan dan pemeriksaan kendaraan yang melintasi perbatasan.

3. Anggaran Rp 20 Miliar untuk program pembagian sembako 14.000 KK, di luar PKH (program keluarga harapan) yang tercatat ada 9.000 KK.

4. Restrukturisasi Kredit UMKM

5. Pemberian Insentif kepada Tim medis yang menangani persoalan Penyakit Corona

6. Isolasi mandiri selama 14 hari.

Sementara itu, untuk Provinsi Kalimantan Timur, DPRD Kaltim melalui Ketua DPRD Kaltim telah menyampaikan rekomendasi ke Gubernur Kalimantan Timur.

“Kemudian terkait penanganan penularan dan penyebaran covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Berau sudah melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.Mengeluarkan Surat Edaran untuk kantor Pemerintah dan swasta “bekerja dari rumah kecuali rumah sakit dan fasilitas kesehatan, begitupun anak sekolah untuk hanya ” belajar dari rumah” saja. Sejak tanggal 18 s/d sekarang.
2. Meningkatkan kapasitas dan kesiapan RSUD untuk antisipasi x
3. Melakukan pembatasan dan pengawasan kedatangan orang (terutama dari daerah zona merah) dengan larangan sementara seluruh penerbangan yang masuk dan keluar Berau.Begitupun jalur darat dan air yang menjadi pintu masuk orang Sejak tanggal 30 Maret sampai dianggap kondusif..
4. Bersama dengan DPRD telah disetujui menganggarkan 35 miliar yang diambil dari Silpa 2020. Yang akan digunakan sebagai jaring pengaman sosial masyarakat yang terdampak.
Alhamdulilah hingga saat ini Kabupaten Berau masih berada di zona hijau dengan data ODP 6,PDP 8, Positif nihil atau nol,”pungkasnya.(advertorial)

Editor: Slamet Pujiono
Sumber: Indonesia Cyber

 320 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *