Ketua Garuda Sakti Kaltim Suryadi Nata Ingatkan Kewaspadaan Isu Ideologi Jelang Akhir Tahun

SAMARINDA. Indcyber.com– Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti (LAI BPAN KGS) Kalimantan Timur, Suryadi Nata, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika politik dan isu ideologi menjelang akhir tahun 2026.

Suryadi menyebut adanya potensi peningkatan tensi politik setelah perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada Agustus mendatang.

“Agustus adalah kemerdekaan Bangsa Indonesia. Namun, kita harus hati-hati pada bulan September terkait isu kebangkitan PKI kembali,” ujar Suryadi saat memberikan keterangan, Senin (8/6/2026).

Menanggapi berbagai opini dan kritik yang berkembang di masyarakat saat ini, Suryadi menilai hal tersebut sebagai bagian dari kebebasan berpendapat yang wajar dalam alam demokrasi. Meski demikian, ia menengarai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan isu negatif karena merasa kepentingannya terganggu.

Ia mengklaim bahwa ketegasan pemerintah, khususnya dalam melacak aset dan uang hasil korupsi, membuat sebagian pihak merasa tersudut dan mencoba menggoyang stabilitas pemerintahan Presiden terpilih. Namun, Suryadi optimistis pertahanan negara saat ini sangat solid.

“Tidak semudah itu untuk menjatuhkan Presiden. Beliau punya pasukan elit di atas rata-rata,” tegasnya.

Klaim Pembentukan Batalyon di Kalimantan Timur

Lebih lanjut, Suryadi membeberkan pertahanan wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang kini terus diperkuat, terutama untuk mengamankan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, sejumlah batalyon pasukan elit dan matra TNI telah ditempatkan di beberapa titik strategis di Kaltim.

“Di Kalimantan Timur saja sudah dibentuk batalyon. Di Loa Kulu yang menembus jalur IKN, ada satu batalyon Kopassus dengan kekuatan sekitar 600 personel,” ungkap Suryadi.

Selain penempatan pasukan elit Angkatan Darat, ia juga menyebut adanya penguatan pertahanan di wilayah pesisir dan sektor agraria guna melindungi masyarakat lokal.

“Di wilayah Selatan dan daerah pantai, ada Batalyon Marinir untuk melindungi nelayan. Sementara di wilayah darat, disiapkan pula batalyon untuk melindungi sektor pertanian dan perkebunan,” tambahnya.

Suryadi meyakini bahwa seluruh sistem pertahanan terintegrasi ini ditargetkan rampung dan siap sepenuhnya pada Agustus 2026 mendatang. Ia berharap pengamanan ketat ini dapat menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat Kaltim.

“Agustus, Insyaallah, semua sudah terbentuk. Selamat, NKRI berada di tangan rakyat,” pungkasnya.(S)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *