Ngopi Bareng Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama kader, simpatisan, dan sejumlah wartawan. Dalam suasana santai dan dialogis, Hasto menegaskan partai harus menjadi rumah rakyat pusat advokasi, kaderisasi, dan perjuangan ideologis. Kegiatan ini turut dihadiri Ananda Emira Moeis dan Edi Damansyah. (Foto : Fathur)
Samarinda, Indcyber.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Bersama Media” sebagai forum dialog kebangsaan sekaligus ajang silaturahmi dengan insan pers di Kalimantan Timur, Senin sore (2/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Jalan A. Wahab Syahranie No. 101, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka antara partai politik dan media, dengan pembahasan berbagai isu nasional maupun lokal, mulai dari penguatan demokrasi, kebebasan pers, hingga arah pembangunan nasional dan daerah.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa partai politik harus memiliki kesadaran ideologis dalam mewujudkan cita-cita bangsa serta berfungsi sebagai rumah rakyat.
Kegiatan yang berlangsung santai dan dialogis tersebut dihadiri kader, simpatisan, serta sejumlah wartawan. Hasto hadir didampingi Ananda Emira Moeis dan Edi Damansyah, sekaligus berdialog langsung dengan peserta.
Hasto menekankan bahwa partai politik tidak hanya menjadi alat kontestasi kekuasaan, tetapi juga harus berperan sebagai pusat advokasi, komunikasi politik, dan kaderisasi. Menurutnya, kantor partai idealnya difungsikan sebagai ruang pengembangan generasi muda—mulai dari pendidikan politik, penguasaan bahasa asing, pembentukan karakter, penguatan kebudayaan, hingga penggerak ekonomi kerakyatan—sehingga partai menjadi pusat pengorganisasian rakyat sekaligus rumah persaudaraan.
Ia juga menegaskan bahwa rekomendasi Rakernas PDI Perjuangan harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata kepartaian. Salah satu fokus utama adalah politik ekologi, menyikapi masih maraknya aktivitas pertambangan yang belum memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Perlindungan sungai, mata air, dan hutan harus menjadi perhatian serius. Rehabilitasi lingkungan dan pelestarian ekosistem harus diperjuangkan,” tegas Hasto.
Selain isu lingkungan, Hasto mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan partai untuk mendukung fungsi organisasi, termasuk rapat daring dan penguatan advokasi terhadap persoalan rakyat.
Dalam diskusi tersebut, ia juga menyinggung tantangan perekonomian nasional akibat ketidakpastian hukum, rendahnya realisasi investasi, serta tingginya biaya ekonomi. Karena itu, partai politik diminta lebih aktif turun ke masyarakat dan menempatkan pembelaan terhadap rakyat kecil sebagai prioritas utama perjuangan.
Menutup kegiatan Ngopi Bareng, Hasto mengajak seluruh kader untuk tidak takut memperjuangkan kebenaran, menanamkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, serta menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.
Penulis: Fathur | Editor: Awang
![]()

