Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menyerahkan secara simbolis bantuan satu unit gerobak sampah listrik kepada Lurah Gunung Lingai, disaksikan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan, Plt Kepala DLH Kota Samarinda Suwarso, dan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim dalam acara Penyerahan Hadiah Pengelola Bank Sampah Unit Terbaik Tahun 2025 di Ballroom Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (30/10/2025). (Foto: Fathur)
Indcyber.com, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, atau yang akrab disapa Bang Aan, kembali menunjukkan komitmennya terhadap upaya pengelolaan sampah di Kota Tepian. Dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan Bank Sampah Unit Terbaik Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (30/10/2025), Bang Aan turut memberikan bantuan berupa dua unit timbangan digital dan satu unit gerobak sampah listrik.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada pengelola bank sampah dan Kelurahan Gunung Lingai sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan efektivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami melihat banyak bank sampah yang masih menggunakan timbangan gantung manual. Itu tidak efisien dan cukup menyulitkan petugas. Karena itu, kami bantu dengan timbangan digital agar lebih mudah, cepat, dan akurat,” ujar Bang Aan kepada awak media.
Selain dua timbangan digital, Bang Aan juga menyerahkan satu unit gerobak sampah listrik kepada Kelurahan Gunung Lingai. Menurutnya, gerobak tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lain dalam mendukung program kebersihan lingkungan.
“Gerobak listrik ini ramah lingkungan dan efisien. Harapan kami, nanti semua kelurahan bisa memiliki alat serupa. Kami akan dorong agar ini bisa diakomodasi dalam anggaran DLH ke depan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan uang pembinaan kepada Lurah Gunung Lingai,Siti Zubaida , atas keberhasilan kelurahannya menjadi salah satu wilayah dengan jumlah bank sampah terbanyak, yakni 13 unit.
“Gunung Lingai ini luar biasa. Mereka punya 13 bank sampah aktif. Artinya, peran lurah dan masyarakat di sana sangat besar dalam mendukung pengelolaan sampah,” tambahnya.
Namun, di balik kemajuan tersebut, Bang Aan tetap mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Tadi saya sempat menantang peserta yang membawa tumbler sendiri, tapi ternyata belum banyak. Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama. Ke depan, kami akan beri reward bagi masyarakat yang aktif membawa tumbler sebagai bentuk edukasi,” ujarnya.
Politikus dari Fraksi Demokrat ini dikenal luas sebagai anggota dewan yang konsisten memperjuangkan isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah di Samarinda. Bahkan, sejumlah wartawan menjulukinya dengan sebutan “Dewan Sampah” karena kepeduliannya yang tinggi terhadap sektor tersebut.
Selain fokus pada pemberdayaan bank sampah, Bang Aan juga menyoroti progres pembangunan insinerator sebagai solusi pengelolaan sampah kota.
“Program insinerator sudah berjalan. Saat ini alatnya sedang dalam proses pengiriman dari Bandung. Tahun ini kita targetkan sepuluh unit bisa beroperasi,” jelasnya.
Bang Aan menegaskan, teknologi insinerator yang digunakan ramah lingkungan karena mampu mengolah residu sampah tanpa menimbulkan asap berbahaya.
“Insinerator ini bisa membakar sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi tanpa mencemari udara. Saya sudah lihat langsung proses kerjanya, dan alat ini memang efektif,” pungkasnya.
Dengan komitmen dan aksi nyata seperti ini, Muhammad Andriansyah berharap Samarinda dapat menjadi kota yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.
Reporter: Fathur | Editor: Awang
![]()

