DPRD Kukar Bergerak Cepat! Kebut 20 Titik Hidran dan Mobil Operasional Kelurahan Demi Keselamatan Warga Tenggarong

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk kembali menyalakan alarm pentingnya sistem mitigasi yang tangguh. Menanggapi insiden yang terjadi di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak tinggal diam. Melalui langkah taktis yang dirumuskan secara cepat, DPRD Kukar langsung tancap gas mendorong penguatan infrastruktur darurat untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.
Langkah strategis ini dibahas tuntas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) intensif yang mempertemukan Komisi III dan Komisi IV DPRD Kukar bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi terkait, Senin (12/10/2026). Pertemuan ini fokus membedah zona merah atau kawasan rawan kebakaran sekaligus mengevaluasi kendala teknis di lapangan.

Solusi Jangka Pendek: 20 Titik Hidran & Pembenahan Jaringan Air

Anggota DPRD Kukar, Andi Faisal, mengungkapkan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar sejatinya telah memetakan titik-titik rawan. Namun, tantangan besar kerap muncul di lapangan—mulai dari lambatnya suplai air akibat jaringan pipa yang kering saat darurat, hingga adanya penolakan warga terhadap pemasangan fasilitas tandon air.
Menanggapi hal tersebut, DPRD Kukar mengambil peran aktif dengan merumuskan solusi cepat:
  • Pemasangan 20 Titik Hidran: Difokuskan di kawasan Jalan Danau Aji, Kota Tenggarong, guna memastikan ketersediaan air yang melimpah dan akses cepat bagi petugas.
  • Kolaborasi Bersama RT & Kelurahan: DPRD menggandeng camat, lurah, hingga forum RT untuk turun tangan memberikan edukasi kepada masyarakat, mengingat dukungan warga adalah kunci utama kelancaran mitigasi bencana.
  • Sinergi PDAM & CSR Perusahaan: Pembenahan jaringan distribusi air terus digenjot bersama PDAM. Tak hanya itu, DPRD juga membidik dukungan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR) dari pihak swasta, termasuk menjalin komunikasi dengan MGRM dan Bankaltimtara untuk pengadaan tandon air tambahan.

Visi Jangka Panjang: Mobil Operasional Kelurahan & Perluasan Zona Rawan

Tidak berhenti pada penanganan darurat, DPRD Kukar juga menyiapkan cetak biru (blueprint) jangka panjang yang visioner. Melalui Badan Anggaran (Banggar), DPRD mendorong alokasi APBD agar setiap kelurahan memiliki kendaraan operasional pemadam kebakaran mandiri.
Mobil operasional ini dirancang khusus membawa peralatan ringan serta menampung air berkapasitas 1.500 hingga 3.000 liter. Tujuannya jelas: penanganan awal (first response) dapat dilakukan seketika oleh warga dan relawan setempat sebelum armada utama Damkar tiba di lokasi.
“Karena tidak ada yang tahu nih, musibah itu tidak pernah mengabari dahulu. Makanya sejak ini akan kita evaluasi,” tegas Andi Faisal penuh penekanan.

Mitigasi Merata ke Seluruh Penjuru Kukar

DPRD Kukar memastikan bahwa Gerakan Siaga Bencana ini tidak hanya berpusat di Jalan Danau Aji atau kawasan Mangkurawang dan Kartini saja. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar telah diminta menyusun kajian mendalam untuk seluruh kawasan padat penduduk di Tenggarong.
Lebih jauh lagi, jangkauan mitigasi akan diperluas secara masif ke berbagai kecamatan strategis lainnya, seperti Muara Muntai, Kota Bangun, Anggana, hingga Muara Badak. Komitmen ini membuktikan bahwa keselamatan warga di seluruh pelosok Kukar adalah prioritas mutlak yang dikawal penuh oleh legislatif.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, instansi teknis, dunia usaha melalui program CSR, serta kesadaran aktif masyarakat, Kukar kini selangkah lebih maju dalam mewujudkan wilayah yang aman, siaga, dan tangguh terhadap bencana..(adv)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *