DPRD Kukar Gaspol Optimalisasi Aset Graha 165: Bidik Target PAD Fantastis Lewat Skema BUMD

Tenggarong, Indcyber.com— Langkah strategis dan berani kembali digelorakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Di bawah kepemimpinan Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, lembaga legislatif ini secara tegas mendorong penataan ulang pengelolaan aset daerah di Graha 165 agar dialirkan melalui skema penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah progresif ini tidak hanya sekadar tertib administrasi, tetapi diproyeksikan menjadi mesin pencetak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kian perkasa dan berdaya saing tinggi.

Sinergi BUMD demi Kepatuhan Regulasi dan Daya Gedor Ekonomi

Transformasi pengelolaan ini menjadi sorotan hangat menyusul dinamika regulasi modern. Ahmad Yani menegaskan bahwa payung hukum terbaru mewajibkan setiap investasi daerah harus melalui koridor BUMD yang sah.
“Sementara undang-undang terbaru saat ini, peraturan perundang-undangan bahwa kalau daerah ingin berinvestasi kan harus melalui badan usaha milik daerah,” tegas Ahmad Yani.
Sebagai eksekutor di lapangan, DPRD Kukar mengarahkan agar PT Tunggang Parangan Perseroda dilibatkan secara aktif. Aset yang mulanya disertakan melalui PT Graha 165 kini didorong untuk dialihkan pengintegrasiannya sebagai penyertaan modal ke PT Tunggang Parangan Perseroda. Dengan skema ini, ruang kolaborasi bisnis yang lebih kokoh antara PT Tunggang Parangan Perseroda dan pihak PT Graha 165 diyakini mampu mendongkrak performa bisnis secara signifikan.

Jejak Kinerja Gemilang: Modal Rp12,5 Miliar Meroket Lipat Ganda

Bukan tanpa alasan DPRD Kukar bersikap tegas menuntut penyelesaian pengelolaan aset ini melalui Panitia Khusus (Pansus). Rekam jejak finansial Graha 165 terbukti luar biasa dan menyimpan potensi raksasa yang belum tergarap maksimal.
Berdasarkan data dan perhitungan matang, penyertaan modal awal yang dikucurkan senilai kurang lebih Rp12,5 miliar terbukti telah menampakkan hasil fantastis.
  • Nilai Investasi Awal: Rp12,5 miliar
  • Akselerasi Pendapatan: Telah menembus angka hingga Rp25 miliar (berlipat ganda dari modal awal)
  • Sektor Kontribusi: Kompleks perkantoran dan komersial Graha 165
“Dan kita harap 12,5 miliar ini kan sudah menghasilkan kita hitung-hitung kemarin itu kan sebenarnya sudah dua kali lipat hasil daripada Graha 165 itu menembus sekitar 25 miliar,” beber Ahmad Yani penuh optimisme.

Menuju 2027: Tonggak Baru Kemandirian Fiskal Kukar

DPRD Kukar berkomitmen mengawal penuh optimalisasi aset ini agar bermuara pada penguatan fiskal daerah. Dengan proyeksi matang, tumpuan harapan kini disematkan pada tahun 2027, di mana kontribusi nyata dari Graha 165 diharapkan mampu mengalir deras dan transparan ke kas PAD Kukar.
Langkah tegas DPRD Kukar ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa optimalisasi aset milik rakyat harus dikelola secara profesional, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.(adv)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *