SAMARINDA, indcyber.com — Kondisi penerangan di ruas Jalan Ampera, tepat di depan Kantor Kecamatan Palaran, Samarinda, yang mengarah menuju kawasan Bentuas, menjadi sorotan warga. Minimnya penerangan dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah karena ruas tersebut merupakan akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Keluhan itu terekam dalam video amatir yang diambil pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 18.46 WITA. Dalam rekaman tersebut, warga memperlihatkan kondisi ruas jalan yang mulai gelap saat malam hari sekaligus menyampaikan permintaan agar pemerintah segera menambah fasilitas penerangan.
Warga yang merekam video tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
«“Pak Wali Kota, Pak Gubernur, tolong kasih lampu lah di sini, Pak. Gelap jalanan. Haduh, mau berapa tahun lagi gelap-gelapan, Pak? Kasih lampu, tolong aja, Pak.”»
Pernyataan tersebut disampaikan saat kamera mengarah ke ruas Jalan Ampera dari kawasan depan Kantor Kecamatan Palaran menuju Bentuas.
Jangan Tunggu Ada Korban
Keluhan mengenai jalan yang minim penerangan bukan sekadar persoalan kenyamanan. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari juga menyangkut aspek keselamatan dan keamanan pengguna jalan.
Karena itu, pemerintah tidak semestinya menunggu sampai terjadi kecelakaan atau gangguan keamanan baru kemudian melakukan pembenahan.
Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur perlu memastikan terlebih dahulu siapa yang memiliki kewenangan atas ruas tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui titik-titik yang membutuhkan penerangan tambahan.
Jika memang terdapat fasilitas penerangan yang sudah terpasang tetapi tidak berfungsi, persoalannya tentu berbeda dan membutuhkan penanganan berupa pemeliharaan maupun perbaikan. Namun apabila penerangan memang belum memadai, pemerintah perlu menyusun langkah penambahan lampu penerangan secara terukur berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Warga Minta Pemerintah Tidak Hanya Fokus di Pusat Kota
Keluhan warga tersebut juga menjadi pengingat bahwa pemerataan infrastruktur tidak boleh berhenti di kawasan pusat perkotaan.
Wilayah Palaran merupakan bagian dari Kota Samarinda yang terus berkembang dan memiliki aktivitas masyarakat serta arus mobilitas yang tidak sedikit. Akses menuju kawasan Bentuas juga harus mendapatkan perhatian dari sisi keselamatan dan kelayakan fasilitas jalan.
Pemerintah daerah dituntut tidak hanya berbicara mengenai pembangunan, tetapi juga memastikan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat benar-benar berfungsi dan terpelihara.
Pemkot dan Pemprov Perlu Turun ke Lapangan
Video amatir yang direkam pada 22 Agustus 2026 pukul 18.46 WITA tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar keluhan yang berhenti di media sosial.
Pemerintah Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur perlu turun langsung ke lapangan, mengecek tingkat penerangan, memetakan titik gelap, memastikan status kewenangan jalan, serta menentukan solusi yang diperlukan.
Sebab, bagi warga, persoalannya sederhana: ketika malam tiba, jalan harus tetap aman dilalui.
Permintaan warga pun tidak berlebihan. Mereka hanya meminta penerangan yang memadai agar Jalan Ampera menuju Bentuas tidak terus menjadi ruas jalan yang gelap.
Kini bola berada di tangan pemerintah. Apakah keluhan warga tersebut akan segera ditindaklanjuti, atau kembali menunggu sampai persoalan keselamatan muncul terlebih dahulu?(Ade)
![]()

