Pemprov Kaltim Targetkan Penurunan Kasus TBC hingga 50 Persen pada 2030

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, saat diwawancarai sejumlah awak media di halaman parkir Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Indra/Indcyber.com)

Indcyber.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan penurunan prevalensi penyakit tuberkulosis (TBC) hingga 50 persen pada tahun 2030. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menjadikan penanggulangan TBC sebagai salah satu program prioritas nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap penyakit ini menjadi sangat penting mengingat angka kematian akibat TBC di Kaltim masih tergolong tinggi.

“Ini sudah menjadi atensi dari Bapak Presiden terkait penurunan prevalensi hingga 50 persen pada akhir 2030. Program ini merupakan quick win Presiden sekaligus bagian dari gerakan nasional penanggulangan tuberkulosis,” ujar dr. Jaya kepada  awak media, Rabu (29/10/2025).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, hingga Oktober 2025 tercatat hampir 300 warga meninggal dunia akibat TBC, sementara pada tahun sebelumnya angka kematian mencapai 454 jiwa.

“Angka ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak dilakukan langkah serius dan terukur, TBC akan tetap menjadi persoalan kesehatan utama di Kaltim hingga 2030,” tegasnya.

dr. Jaya menambahkan, upaya menurunkan kasus TBC juga merupakan bagian penting dari visi mewujudkan Generasi Emas 2030, di mana kesehatan masyarakat menjadi pondasi utama menuju kesejahteraan.

“Untuk menuju generasi emas, masyarakat harus sehat dan sejahtera terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menerbitkan Peraturan Gubernur dan Surat Keputusan Gubernur tentang pembentukan Tim Percepatan Penurunan Tuberkulosis. Tim tersebut dibentuk dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, praktisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.

“Kita libatkan semua pihak karena ini pekerjaan besar yang tidak bisa dilakukan sektor kesehatan sendiri,” jelas dr. Jaya.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Dinas Kesehatan Kaltim optimistis dapat menekan angka kasus TBC secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam lima tahun mendatang.

Reporter: Indra | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *