Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan Musancab merupakan bagian dari proses konsolidasi dan penataan struktur partai yang berjalan sistematis serta berjenjang, mulai dari Kongres hingga Musran. Ia menekankan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi dan bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memperkuat struktur hingga tingkat bawah. (Foto: Fathur)
Indcyber.com, SAMARINDA – Ketua DPC Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) merupakan bagian dari proses penataan organisasi yang berjalan sistematis dan berjenjang.
Hal itu disampaikannya kepada awak media, Rabu (4/3/2026), usai agenda Musancab yang menjadi lanjutan dari tahapan konsolidasi partai.
Menurut Iswandi, seluruh proses yang dilalui partai, mulai dari Kongres, Konferda, hingga Musancab dan Musran, merupakan satu kesatuan mekanisme organisasi yang telah diatur secara jelas dalam aturan internal partai.
“Semua tahapan ini berproses dan berjenjang. Dari pusat sampai ke tingkat bawah, kita jalankan sesuai mekanisme organisasi. Ini bukan kegiatan seremonial, tapi penguatan struktur,” ujarnya.
Penataan Struktur Hingga Tingkat Ranting
Ia menjelaskan, Musancab menjadi momentum penting untuk memastikan kepengurusan di tingkat PAC semakin solid dan mampu menggerakkan mesin partai hingga ke ranting. Struktur yang kuat, kata dia, akan menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
“Kita ingin memastikan struktur di tingkat kecamatan dan kelurahan benar-benar aktif, komunikatif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat,” jelasnya.
Iswandi menilai, konsolidasi tidak hanya sebatas pembentukan kepengurusan, tetapi juga penyamaan visi dan garis perjuangan partai agar tetap berada dalam satu komando.
Dorong Regenerasi dan Penguatan Kader Muda
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya regenerasi kader sebagai strategi jangka panjang. Menurutnya, komposisi kepengurusan ke depan akan diisi secara proporsional antara kader senior dan generasi muda.
“Ke depan, kita beri ruang besar kepada anak-anak muda untuk masuk dalam struktur. Energi dan kreativitas mereka sangat dibutuhkan, apalagi menghadapi Pemilu 2029 di mana mayoritas pemilih adalah generasi milenial dan Gen Z,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pola pendekatan politik juga harus menyesuaikan perkembangan zaman. Strategi konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan politik modern.
“Kita harus adaptif. Cara lama tidak bisa lagi dipaksakan untuk menghadapi situasi sekarang. Dibutuhkan kader yang militan, loyal, dan punya kapasitas intelektual yang baik,” tegasnya.
Soal Pilkada, Tunggu Arahan DPP
Disinggung terkait peluang dirinya atau figur lain dalam kontestasi pemilihan wali kota mendatang, Iswandi menegaskan bahwa proses tersebut masih panjang dan sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat.
“Untuk calon kepala daerah, itu ranah DPP. DPC hanya melakukan penjaringan dan mengusulkan. Keputusan akhir tetap di pusat,” katanya.
Ia memastikan seluruh kader di tingkat daerah akan mengikuti instruksi partai dalam menentukan arah politik ke depan.
“Kita ini petugas partai. Apa pun keputusan partai, kita siap menjalankan,” pungkasnya.
Penulis: Fathir | Editor: Awang
![]()

