Jembatan Nibung Tuntas, Akses Ekonomi Pesisir Kutim Kini Terbuka Lebar

Pada acara resminya beroperasinya Jembatan Nibung di Kutai Timur, sejumlah pejabat dan tokoh berkumpul di atas jembatan. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (berbaju putih tengah) turut hadir, bersama dengan jajaran pemerintah daerah dan unsur masyarakat. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang ini diharapkan dapat membuka akses ekonomi dan pemerataan pembangunan bagi wilayah pesisir.

Indcyber.com, KUTAI TIMUR – Penantian panjang masyarakat pesisir timur Kalimantan Timur akhirnya terjawab dengan rampungnya pembangunan Jembatan Nibung yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang. Infrastruktur yang sempat mangkrak lebih dari satu dekade itu kini resmi difungsikan, membuka akses darat yang selama ini dinantikan warga.

Selama bertahun-tahun, aktivitas masyarakat di dua kecamatan tersebut sangat bergantung pada transportasi sungai. Selain terbatas oleh jadwal penyeberangan, biaya angkut yang tinggi serta faktor cuaca kerap menghambat distribusi hasil pertanian dan perikanan, bahkan menyulitkan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Nibung bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir.

“Jembatan ini kami harapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kadungan Jaya dan Pelawan. Ini bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi penghubung harapan dan masa depan masyarakat,” ujarnya.

Dengan beroperasinya jembatan tersebut, kawasan pesisir timur Kutai Timur berpotensi berkembang menjadi koridor ekonomi baru. Mobilitas barang dan orang menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga menekan biaya logistik sekaligus mendorong tumbuhnya peluang investasi di wilayah yang sebelumnya relatif terisolasi.

Secara sosial, masyarakat kini tidak lagi terikat pada jadwal transportasi air yang membatasi aktivitas harian. Akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta pusat perdagangan menjadi lebih mudah dan aman.

Penyelesaian proyek yang sempat menjadi beban anggaran selama 13 tahun itu menjadi penanda penting bahwa kesinambungan kebijakan pembangunan dapat membawa perubahan nyata. Pemerintah provinsi pun menegaskan komitmen untuk menuntaskan proyek-proyek strategis lainnya demi pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur.

“Pergantian kepemimpinan tidak boleh memutus tanggung jawab kepada rakyat. Selama ada komitmen, tidak ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnyap.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *