Polresta Samarinda Bongkar Rencana Aksi Anarkis: 22 Terduga Perakit Bom Molotov Diciduk, Kardus Bergambar PKI Disita

Indcyber.com,Samarinda – Suasana politik Kaltim memanas. Polresta Samarinda dalam rilis resmi dan press conference Senin (1/9/2025), mengumumkan keberhasilan membekuk 22 orang terduga pelaku yang didapati merakit dan membawa bom molotov. Mereka ditangkap menjelang aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Kapolresta Samarinda menegaskan, temuan ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan ancaman serius terhadap keamanan publik dan kedaulatan negara. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan barang bukti berupa puluhan bom molotov siap pakai, serta sebuah kardus mencurigakan yang dilabeli lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Ini bukan sekadar aksi unjuk rasa damai. Indikasi kuat ada upaya provokasi, bahkan potensi gerakan anarkis yang mengarah pada tindakan terlarang dan membahayakan masyarakat luas,” ungkap Kapolresta.

Polisi kini mendalami jaringan para pelaku dan kemungkinan adanya aktor intelektual di balik layar. Penyidikan mengarah pada dugaan tindak pidana sesuai Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak, serta Pasal 187 KUHP terkait upaya menimbulkan ledakan dan kebakaran yang membahayakan umum.

Aparat juga menyoroti ditemukannya simbol PKI pada salah satu kardus, yang diduga sengaja digunakan untuk membangun propaganda dan memicu ketegangan sosial. Hal ini menimbulkan alarm keras bagi keamanan nasional.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi isu liar, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. TNI–Polri ditegaskan akan terus memperketat pengamanan serta bersiaga penuh menghadapi potensi gangguan keamanan menjelang gelombang aksi lanjutan.

“Bangsa ini tidak boleh lengah. Aparat keamanan harus waspada dan masyarakat jangan mudah terprovokasi. Upaya pecah-belah dengan simbol-simbol terlarang harus dilawan bersama,” tutup Kapolresta.(H)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *