Reses Rusdi Doviyanto di Gunung Kelua: Warga Curhat Soal Drainase, Longsor, Kabel Menggelayut Hingga Air Bersih

Anggota DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mendengarkan aspirasi warga bersama Ketua RT 37 dalam kegiatan reses, Selasa (18/11/2025). (Foto: Fathur)

Indcyber.com , SAMARINDA — Selasa malam di Gang 1, Gunung Kelua, suasana hangat menyelimuti halaman rumah warga. Kursi-kursi plastik tersusun rapi, beberapa ibu membawa anak, dan aroma kopi yang baru diseduh menambah rasa akrab dalam pertemuan Silaturahmi dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) Anggota DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, atau yang lebih akrab disapa Dovi.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Masa Sidang III DPRD Kota Samarinda Tahun 2025 itu digelar untuk menyerap langsung persoalan warga Daerah Pemilihan IV Samarinda Ulu khususnya RT 37, yang malam itu hadir dengan penuh harapan.

Pembukaan Penuh Keakraban

Acara dibuka oleh Ketua RT 37, menyampaikan terima kasih kepada warga serta tuan rumah yang bersedia menyediakan tempat. Dalam sambutannya, sang Ketua RT juga mendoakan agar Dovi selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah.

Dovi kemudian mengambil mikrofon. Dengan nada rendah dan senyum yang khas, ia menyampaikan rasa terima kasih yang begitu personal kepada warga.

“Saya tidak lupa, 150 suara dari lingkungan ini ikut mengantarkan saya duduk di DPRD Kota Samarinda. Terima kasih karena sudah percaya. Dukungan itu menambah kekuatan dan semangat saya untuk memperjuangkan kebutuhan warga di sini,” ujarnya.

Warga mengangguk ada raut bangga, ada raut berharap. Bagi mereka, pertemuan malam itu bukan sekadar formalitas, tetapi ruang untuk didengar.

Foto bersama usai pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Samarinda Rusdi Doviyanto dengan warga RT 37 Gunung Kelua. Warga sebelumnya menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan jaringan air bersih, penataan kabel listrik, hingga permintaan fogging gratis. (Foto: Fathur)

Warga Sampaikan Banyak Usulan: ‘Pak Dewan Mohon Kami Dibantu’

Sesi dialog menjadi bagian yang paling penting. Satu per satu warga menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

1. Kabel Listrik Menggelayut Ancaman di Atas Kepala

Keluhan pertama datang dari Bahtiar. Ia bercerita bahwa sejak tinggal di RT 37 pada tahun 2021, kabel listrik di sepanjang gang terlihat semrawut dan menggelayut rendah.

“Kabelnya rendah sekali, Pak. Ada pohon yang sudah tua, dahannya rindang, dan kalau tersangkut angin atau rantingnya patah, kami takut kabelnya putus,” ucap Bahtiar.

Ia meminta pergantian tiang listrik yang lebih tinggi, sekaligus penertiban jaringan kabel agar tidak membahayakan warga.

Dovi mengangguk serius.

“Nanti saya minta PLN untuk tebang pohon yang sudah tua dan memotong dahan rimbun yang mengancam kabel. Kita juga usulkan pemasangan tiang yang lebih tinggi,” janjinya.

2. Drainase Buruk  Air Meluap Saat Hujan

Bahtiar melanjutkan keluhan lain: parit dan jalan lingkungan yang sudah tak mampu menampung air.

Saat hujan deras, air meluap ke jalan dan masuk ke area rumah warga.

Dovi menjelaskan bahwa ia telah mengusulkan anggaran perbaikan drainase pada tahun 2026.

“Insya Allah drainase kita selesaikan tahun 2026. Proposalnya sudah saya minta jauh hari,” tuturnya.

3. Jalan Mulai Longsor & Tembok Rawat Roboh

Warga lain, Sulanto, menyuarakan kecemasan soal jalan yang mulai longsor di salah satu titik dan tembok penahan yang tampak retak dan terancam rubuh.

“Kalau dibiarkan, takutnya saat musim hujan justru membahayakan warga,” ucapnya.

Dovi menegaskan bahwa ia akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar penanganan ini masuk dalam prioritas.

4. Air Bersih Lemah Tekanan  Pipa Sekunder Terlalu Kecil

Persoalan air bersih juga tak kalah penting. Warga mengeluhkan tekanan air PDAM yang sangat kecil.

Penyebabnya: pipa sekunder masih berukuran kecil, tidak sebanding dengan kebutuhan warga.

Dovi berjanji:

“Besok atau lusa saya koordinasi dengan PDAM. Pipa sekunder harus diganti dengan ukuran lebih besar supaya aliran air stabil.”

5. Permintaan Penggantian Karpet Langgar

Warga juga berharap ada bantuan untuk penggantian karpet langgar yang telah lama tidak diperbarui.

Dovi mengiyakan.

“Insya Allah, karpet untuk langgar segera saya bantu. Rumah ibadah harus nyaman.”

Setuju Fogging Gratis: Warga Tepuk Tangan Bahagia

Di sesi dialog, ada satu usulan kecil tetapi penting: fogging gratis untuk mengantisipasi tingginya kasus demam berdarah.

Dovi langsung setuju.

“Fogging itu penting. Di lingkungan saya pun dilakukan rutin. Untuk RT 37, saya pastikan fogging bisa kita lakukan satu  bulan sekali.”

Ia bahkan menegaskan akan segera mengirim petugas fogging dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disambut senyum lega dan tepuk tangan kecil dari warga.

Dovi Saat Dikonfirmasi Usai Acara

Selepas acara, Dovi kembali menjelaskan kepada awak media mengenai langkah-langkah tindak lanjut.

“Drainase akan kami koordinasikan dengan Dinas PUPR. Pipa sekunder akan dibicarakan dengan PDAM. Kabel yang menggelayut nanti saya bawa ke PLN agar dilakukan pemangkasan pohon tua, pemotongan dahan, serta pemasangan tiang listrik yang lebih tinggi jika diperlukan.”

Ia menambahkan bahwa perbaikan jalan longsor, turap, hingga bantuan karpet langgar akan masuk daftar pengawalan khususnya.

Warga Pulang dengan Harapan Baru

Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu diakhiri dengan doa bersama. Warga pulang sambil saling bercerita ada harapan yang tumbuh kembali.

Bagi mereka, malam itu bukan sekadar reses. Itu adalah kesempatan untuk didengar, diperhatikan, dan diyakini bahwa suara mereka akan diperjuangkan oleh wakil yang mereka percaya: Rusdi “Dovi” Doviyanto.

Reporter: Fathur | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *