Wagub Seno Aji Ingatkan Warga Kaltim: Ribuan Lubang Tambang Mengancam, Banjir dan Longsor Mengintai

SAMARINDA, indcyber.com — Kekhawatiran mendalam disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, terkait kondisi ekologis Bumi Etam yang kian mengkhawatirkan. Ribuan lubang tambang yang menganga di berbagai kabupaten/kota menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana besar.

Seno Aji menegaskan, ancaman itu bukan isapan jempol. “Kita harus waspada. Saya melihat sendiri bagaimana lubang-lubang tambang itu dibiarkan terbuka, jumlahnya ribuan. Ini bahaya untuk masyarakat,” ujarnya dengan nada serius.

Menurutnya, selain perusahaan-perusahaan besar yang terus beroperasi, keberadaan penambang ilegal memperburuk situasi. Aktivitas tambang tanpa izin itu merusak hutan, menggunduli bentang alam, dan merombak struktur tanah tanpa memikirkan rehabilitasi. “Penambangan ilegal ini sulit dibereskan. Mereka merusak hutan, menggunduli alam, dan mengacak-acak tatanan lingkungan,” tegasnya.

Seno Aji mengingatkan bahwa pengalaman pahit sejumlah daerah harus menjadi cermin. “Saya khawatir betul. Jangan sampai Kalimantan Timur bernasib seperti Sumatera dan Aceh yang setiap musim hujan dihantam banjir dan longsor. Kita punya potensi bencana yang sangat besar jika kerusakan ini terus dibiarkan,” sambungnya.

Ia meminta semua pihak, terutama pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, serta perusahaan tambang, bertindak serius dalam penanganan reklamasi dan penertiban tambang ilegal. Warga pun diminta tetap waspada, terutama yang bermukim di sekitar daerah rawan.

“Kalimantan Timur tidak boleh dibiarkan runtuh karena kelalaian. Kita harus jaga lingkungan kita, demi masa depan anak cucu,” pungkas Wakil Gubernur.

Berita ini menyoroti kembali urgensi penegakan hukum pertambangan dan upaya pemulihan lingkungan yang selama ini berjalan lambat. Jika tidak ditangani segera, ancaman ekologis di Kaltim dapat berubah menjadi bencana nyata.(adv)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *