Muara Wis, indcyber.com— Jalan poros Muara Wis–Kota Bangun Seberang, satu-satunya jalur yang menghubungkan dua kecamatan tersebut, kembali menjadi sorotan tajam setelah kondisinya yang rusak parah nyaris melumpuhkan aktivitas warga. Meski disebut sebagai urat nadi perekonomian dan layanan publik, penyelesaiannya baru direncanakan masuk program semenisasi pada 2026.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia, menyampaikan bahwa proyek lanjutan semenisasi jalan akan dimasukkan dalam rencana anggaran dua tahun mendatang. Sementara itu, Dinas PUPR serta anggota DPRD Komisi III Kukar telah beberapa kali turun mengecek lokasi, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan.
Keterlambatan penanganan jalan vital ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian dalam tata kelola pembangunan dan prioritas anggaran, mengingat akses tersebut sudah lama berada dalam kondisi membahayakan pengguna jalan. Jika terbukti terjadi pembiaran yang menyebabkan kerugian publik, hal ini dapat masuk kategori maladministrasi sesuai regulasi pelayanan publik.
Warga menilai, kerusakan parah tersebut bukan hanya menghambat mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam akses layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik. Kondisi ini membuat rencana perbaikan baru pada 2026 dinilai terlalu lambat untuk kebutuhan mendesak masyarakat.
Meski begitu, rencana semenisasi yang akan dilakukan dianggap solusi yang sangat layak diberikan alokasi anggaran, mengingat pentingnya jalur ini sebagai lintasan utama antarkecamatan. Warga berharap pemerintah daerah mempercepat proses agar tidak lagi terjadi penundaan yang menimbulkan kerugian publik.(***)
![]()

