Pipa PDAM “Meledak” di Jl. Wahid Hasyim, Air Genangi Badan Jalan Saat Cuaca Cerah

SAMARINDA,indcyber.com – Warga di sekitar Jalan Wahid Hasyim II, tepatnya di depan Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA, dikejutkan dengan munculnya genangan air cukup tinggi pada siang ini. Padahal, kondisi cuaca di lokasi terpantau sangat cerah tanpa ada tanda-tanda hujan.

Fenomena “banjir mendadak” ini diketahui berasal dari kebocoran hebat pipa milik PDAM yang sedang dalam proses perbaikan.

Kronologi Kejadian: Niat Memperbaiki, Malah Meledak

Menurut keterangan di lapangan, awalnya pihak kontraktor tengah melakukan penggalian untuk memperbaiki titik pipa yang dilaporkan bocor. Namun, saat proses penggalian berlangsung, pipa tersebut justru mengalami tekanan hebat hingga meledak.

Luberan air dalam debit besar langsung menyembur keluar, memenuhi parit hingga meluap ke badan jalan. Kondisi ini sempat menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut karena para pengendara harus memperlambat laju kendaraan guna menghindari cipratan air dan lubang galian.

Sejumlah warga dan pengguna jalan menyayangkan kondisi ini. Pasalnya, di lokasi penggalian tidak ditemukan adanya plang pemberitahuan atau rambu peringatan proyek yang memadai.

“Kami bingung, cuaca panas begini kok tiba-tiba jalan banjir. Pas dicek ternyata ada galian. Harusnya ada papan informasi supaya warga tahu ada perbaikan dan bisa waspada kalau lewat sini,” ujar salah satu warga di lokasi.

Menanggapi keluhan warga soal minimnya identitas proyek, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak kontraktor yang berada di lapangan.

Fakta menarik terungkap saat perwakilan kontraktor menjelaskan alasan di balik ketiadaan papan informasi resmi. Menurutnya, pihak kontraktor mengklaim telah menerima arahan khusus dari manajemen PDAM terkait prosedur di lapangan.

“Sudah ada arahan dari Direksi PDAM bahwa pihak kontraktor dilarang menyertakan atau memasang logo PDAM pada plang pemberitahuan proyek,” ungkap salah satu pekerja kontraktor saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, aliran air masih terus meluber ke jalan. Belum ada pernyataan resmi dari pihak direksi PDAM terkait alasan pelarangan pencantuman logo tersebut maupun langkah cepat penanganan pipa yang meledak agar aktivitas warga kembali normal.(DD)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *