PKB Kaltim Siapkan Kader Sendiri, Syafruddin Pastikan Tak Lanjutkan Dukungan ke Rudi–Seno

Ketua DPW PKB Kalimantan Timur , Syafruddin, saat berdiskusi bersama insan pers di Samarinda. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan arah politik PKB pada Pilgub mendatang serta menyampaikan komitmen partai untuk mengusung kader internal. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA – Ketua DPW PKB Kalimantan Timur yang juga Anggota DPR RI, , menyampaikan arah politik partainya dalam pertemuan bersama sejumlah wartawan di Samarinda. Dalam diskusi tersebut, ia memastikan PKB tidak akan kembali mengusung pasangan pada pemilihan gubernur mendatang.

Menurutnya, keputusan itu telah melalui pertimbangan internal partai dan menjadi bagian dari konsolidasi jangka panjang PKB di Kalimantan Timur.

“Untuk Pilgub berikutnya, kami sudah punya arah sendiri. PKB akan fokus mengusung kader internal,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pemerintahan yang berjalan, melainkan strategi politik untuk memperkuat posisi partai dalam kontestasi lima tahunan.

“Kami ingin memberi ruang bagi kader sendiri untuk tampil dan berkompetisi. Itu bagian dari proses kaderisasi dan tanggung jawab partai,” katanya.

Tetap Dukung Kebijakan Pro Rakyat

Meski tak lagi satu barisan dalam kontestasi politik mendatang, Syafruddin memastikan PKB tetap bersikap objektif terhadap kebijakan pemerintah provinsi.

“Kalau programnya berpihak kepada masyarakat, tentu kami dukung. Tapi kalau ada kebijakan yang tidak sesuai harapan rakyat, kami akan menyampaikan kritik secara terbuka,” jelasnya.

Sikap tersebut, lanjutnya, merupakan komitmen PKB sebagai partai politik yang mengedepankan fungsi kontrol sekaligus kemitraan konstruktif.

Tanggapan Soal Dana Rp8,5 Miliar

Dalam forum yang sama, isu pengembalian dana Rp8,5 miliar turut menjadi sorotan. Syafruddin menyebut adanya informasi mengenai niat baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami mendengar ada komitmen untuk pengembalian dana itu. Namun teknis dan mekanismenya seperti apa, tentu perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.

Ia menyerahkan proses klarifikasi dan pendalaman kepada pihak berwenang serta peran kontrol publik, termasuk media.

Soal Dinasti Politik

Menanggapi pertanyaan seputar isu dinasti politik, Syafruddin menilai demokrasi memberi kesempatan yang sama kepada setiap warga negara.

“Dalam demokrasi, semua punya hak untuk dipilih dan memilih. Soal dinasti atau tidak, itu biar publik yang menilai,” ucapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa keputusan PKB murni karena kesiapan partai menghadirkan alternatif kepemimpinan baru di Kalimantan Timur.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis seputar peta politik menuju Pilgub mendatang. Syafruddin pun menutup pertemuan dengan menekankan bahwa PKB siap menghadapi kontestasi secara terbuka dan demokratis.

Penulis: Fathur   | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *