PKB Kaltim Lakukan Evaluasi Pemerintahan Rudi–Seno, Siapkan Alternatif Kepemimpinan di Pilkada Berikutnya

Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin, menyampaikan pandangan politik partai dalam sesi dialog bersama insan pers di sela kegiatan buka puasa bersama, Samarinda. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA – Momentum buka puasa bersama yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Timur menjadi ajang refleksi politik. Dalam sesi dialog bersama kader dan simpatisan, Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menyampaikan pandangan partainya terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur .

Syafruddin menuturkan, sebagai partai politik, PKB memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, catatan kritis diperlukan agar arah pembangunan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Evaluasi adalah bagian dari komitmen politik kami. Jika ke depan dirasa tidak sejalan dengan harapan rakyat, tentu semua opsi akan kami pertimbangkan, termasuk menyiapkan figur alternatif,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKB Kaltim telah melakukan konsolidasi internal dan menyiapkan kader yang dinilai mumpuni untuk tampil dalam kontestasi Pemilihan Gubernur mendatang. Kader tersebut, kata dia, diproyeksikan memiliki kemampuan manajerial, pemahaman tata kelola anggaran, serta keberpihakan yang jelas kepada masyarakat kecil.

“Kami ingin menghadirkan pemimpin yang memiliki kepekaan sosial, memahami situasi krisis, dan berhati-hati dalam mengambil kebijakan anggaran agar tidak menimbulkan polemik di tengah rakyat,” tambahnya.

Bahas Peran Legislatif dan Serapan Aspirasi

Dalam forum diskusi itu juga muncul pertanyaan mengenai sinergi antara wakil rakyat di daerah dan pusat. Syafruddin menjelaskan bahwa pola kerja anggota DPRD berbeda dengan anggota DPR RI, terutama dalam mekanisme masa sidang dan reses.

Menurutnya, anggota DPR RI memiliki agenda reses untuk menyerap aspirasi langsung dari daerah pemilihan, yang selanjutnya dibawa dalam rapat-rapat bersama kementerian atau mitra kerja sesuai komisi masing-masing.

“Setiap anggota punya ruang memperjuangkan aspirasi melalui komisinya. Di situlah kreativitas dan komitmen individu sangat menentukan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa tidak ada forum tunggal yang secara formal mengoordinasikan seluruh wakil rakyat lintas tingkatan. Karena itu, efektivitas perjuangan sangat bergantung pada kapasitas personal dan jaringan yang dibangun masing-masing legislator.

Di akhir penyampaiannya, Syafruddin menegaskan bahwa PKB Kaltim akan terus melakukan konsolidasi dan penguatan struktur partai. Evaluasi terhadap pemerintah, katanya, bukan sekadar kritik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan kepemimpinan yang dinilai lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur pada periode mendatang.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *