Balai Adat Lapo Ajoq Punan Suleq Tiq Resmi Jadi Ikon Baru Desa Muara Tiq, Dimeriahkan Turnamen Olahraga dan Lomba Budaya

WWW.INDCYBER.COM | TABANG – KUKAR – Desa Muara Tiq, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini resmi memiliki ikon baru sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan hadirnya Balai Adat yang diberi nama Lapo Ajoq Punan Suleq Tiq. Balai Adat ini sebelumnya telah diresmikan pada tahun 2023 dengan sebutan Lavuq Ajoq Punan Suleq Tiq, namun seiring evaluasi dan pertimbangan nilai kearifan lokal, nama tersebut kemudian disempurnakan menjadi Lapo Ajoq Punan Suleq Tiq.

Pergantian nama tersebut dirangkai dengan berbagai kegiatan meriah berupa Turnamen Bulutangkis, Volly Ball, serta sejumlah perlombaan dan pertandingan olahraga tradisional, di antaranya lomba tarian bernuansa khas Suku Dayak dan olahraga menyumpit. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 15 hingga 22 Januari 2026 dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Pembangunan Balai Adat ini menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Desa Muara Tiq dalam menyediakan fasilitas publik yang representatif, tidak hanya sebagai pusat budaya, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan pengembangan potensi masyarakat.

Kepala Desa Muara Tiq, Shielam’s, menjelaskan bahwa turnamen olahraga sengaja dipilih sebagai rangkaian acara guna menyemarakkan momentum pergantian nama Balai Adat sekaligus menjadi ajang pembinaan bakat generasi muda.

“Turnamen ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mempererat kebersamaan warga Desa Muara Tiq dan desa-desa sekitar. Lamin atau Balai Adat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Desa dalam menyediakan sarana budaya yang memadai guna mendorong gaya hidup berbudaya,” ujar Shielam’s.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, semangat persaudaraan, dan fair-play, serta terus menjaga harkat dan martabat suku-suku Dayak, khususnya Suku Dayak Punan.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Robi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat,” tuturnya.

Robi menambahkan, Pemerintah Desa juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas olahraga yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya bagi Desa Muara Tiq, tetapi juga masyarakat di sekitar wilayah Sungai Lunuk.

Sementara itu, wasit pertandingan Volly Ball, Kasmiran alias Bagong, menilai antusiasme peserta cukup tinggi. Meski demikian, ia berharap ke depan ada peningkatan dari segi kostum, teknik permainan, dan pemahaman aturan pertandingan.

“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, saya yakin kualitas permainan akan semakin baik. Dari Muara Tiq ini potensinya bagus, panitianya juga mantap,” jelasnya.

Di sisi lain, salah satu pemain bulutangkis Desa Muara Tiq, Siti Mudmainah, mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut.

“Menurut saya pertandingan ini berjalan sangat baik dan lancar. Semoga ke depan bisa terus diadakan dan lebih meriah lagi. Pelayanan panitia juga luar biasa, fasilitasnya oke, kami benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.

Dengan berdirinya Balai Adat Lapo Ajoq Punan Suleq Tiq dan terselenggaranya berbagai kegiatan olahraga serta budaya, Desa Muara Tiq menegaskan komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus membangun generasi yang sehat, berprestasi, dan berbudaya.mrg/indc/

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *