H. Joha Fajal saat diwawancarai wartawan usai menghadiri Rapat Koordinasi Kecamatan Partai NasDem yang melibatkan tiga wilayah kecamatan di Samarinda. (Foto: Fathur)
Samarinda, Indcyber.com — Anggota DPRD Kota Samarinda, H. Joha Fajal, menggelar kegiatan reses dengan melibatkan tiga kecamatan, yakni Palaran, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir. Kegiatan tersebut dihadiri unsur masyarakat, mulai dari LPM, ketua RT, hingga perwakilan warga yang ingin menyampaikan aspirasi pembangunan di wilayahnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Barumbay.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga hadir untuk berdialog langsung dan menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing. Reses ini menjadi sarana bagi wakil rakyat untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat terserap secara maksimal.
H. Joha Fajal menjelaskan, sebagian besar aspirasi yang disampaikan merupakan usulan yang sebelumnya telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun masih ada juga usulan baru yang disampaikan masyarakat.
“Reses pada hari ini kebetulan kami libatkan ada tiga kecamatan, Palaran, Samarinda Seberang, dengan beberapa undangan baik LPM maupun RT agar betul-betul bisa menyampaikan aspirasi, baik yang sudah disampaikan melalui Musrenbang maupun yang belum,” jelasnya kepada wartawan.
Ia menyebutkan jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 300 orang. Setiap RT diminta menghadirkan perwakilan warga agar aspirasi yang dibawa benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.
Menurutnya, jumlah pertanyaan dalam kegiatan reses tidak terlalu banyak karena sebelumnya masyarakat telah menyampaikan berbagai masukan melalui forum perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan.
“Alhamdulillah sesuai yang kita lihat, walaupun pertanyaan tidak terlalu banyak karena sebelumnya mereka sudah memberikan masukan terkait usulan-usulan mereka,” ujarnya.
Terkait harapan ke depan, Joha Fajal menekankan pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal. Ia berharap dana transfer pusat dapat kembali diperkuat untuk mendukung program pembangunan di daerah.
“Kami mengharap ke depannya terkait anggaran, termasuk dana dari pusat baik kaitan dengan dana pengembangan maupun transfer bisa dikembalikan ke masing-masing daerah sehingga daerah bisa betul-betul membangun daerahnya,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa adanya pemotongan anggaran sekitar Rp2 triliun menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam merealisasikan program pembangunan yang telah direncanakan bersama pemerintah kota.
Sementara itu, program prioritas dari tiga wilayah tersebut tetap mengacu pada hasil Musrenbang di masing-masing kecamatan. Setiap kecamatan memiliki sekitar sepuluh usulan prioritas yang akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran di DPRD.
“Tiga wilayah berdasarkan hasil Musrenbang itu masing-masing kecamatan ada sepuluh program prioritas, dan kami sudah menerima datanya. Itu yang paling awal kita perjuangkan,” pungkasnya.
Penulis: Fathur | Editor: Awang
![]()

