Samarinda, indcyber.com— Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan respons cepat dan terukur pasca Aksi 214 dengan melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke kawasan Teras Samarinda, Rabu (22/4/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA tersebut berlangsung di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, dan melibatkan sekitar 30 peserta dari unsur pimpinan daerah hingga instansi teknis.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, didampingi Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri serta jajaran pejabat strategis, termasuk Sekda Neneng Chamelia Santi dan Plt Kepala DPUPR Hendra Kusuma. Hadir pula unsur Satpol PP, Kesbangpol, Dinas Lingkungan Hidup, hingga perwakilan media.
Dalam keterangannya di lokasi, Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi fasilitas publik relatif aman. Ia mengakui adanya kerusakan, namun dalam skala terbatas dan tidak berdampak besar terhadap fungsi kawasan.
“Memang ada sedikit kerusakan, tetapi tidak terlalu fatal. Ini masih dalam batas yang bisa segera ditangani,” tegasnya.
Ia juga menyoroti satu titik kerusakan pada bagian barier yang dinilai paling mencolok, namun tetap tidak mengganggu secara signifikan dan dapat diperbaiki dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Andi Harun memberikan apresiasi terhadap massa aksi yang dinilai mampu menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa menimbulkan kerusakan besar. Menurutnya, hal ini mencerminkan tingkat kesadaran publik yang semakin matang dalam berdemokrasi.
“Jarang terjadi aksi dengan jumlah massa besar namun tetap mampu menjaga fasilitas publik. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda memastikan langkah perbaikan langsung dijalankan oleh tim teknis. Proses pemulihan fasilitas ditargetkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan hingga kondisi kembali normal.
Selain itu, Pemkot menegaskan komitmennya dalam menjamin kebebasan berpendapat yang tetap berada dalam koridor ketertiban dan hukum.
Mengakhiri peninjauan, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas kota dan memperkuat persatuan.
“Kita sudah membuktikan bahwa Samarinda bisa dijaga bersama. Ini harus terus dipertahankan demi kemajuan kota,” tegasnya.
Kegiatan peninjauan resmi berakhir pada pukul 16.35 WITA dalam situasi aman dan terkendali.
Kunjungan ini menjadi indikator awal respons cepat pemerintah daerah dalam menjaga aset publik. Namun, publik kini menanti konsistensi tindak lanjut, terutama dalam memastikan kualitas perbaikan serta evaluasi pengamanan fasilitas saat aksi massa berlangsung.
Jika tidak dikelola secara sistematis, potensi kerusakan berulang tetap menjadi ancaman nyata bagi ruang publik strategis seperti Teras Samarinda.(R/Herry)

![]()

