SAMARINDA, indcyber.com — Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani atau yang akrab disapa Yama, memaparkan kesiapan serta strategi operasional Pasar Pagi Samarinda usai menghadiri program Dialog Publika (Live) bersama Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. Dialog tersebut disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kaltim, Selasa (6/1/2026).
Dikonfirmasi usai acara, Yama menjelaskan bahwa forum tersebut bukanlah diskusi dalam arti perdebatan, melainkan sarana penyampaian informasi kepada publik terkait langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda dalam mempersiapkan operasional Pasar Pagi.
“Sebetulnya bukan dalam konteks diskusi, tetapi kami memberikan pemahaman kepada publik mengenai apa saja yang sudah dilaksanakan terkait persiapan Pasar Pagi,” ujar Yama.
Ia mengungkapkan bahwa Disdag telah menjelaskan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari tahap awal hingga perbaikan sistem yang berjalan saat ini. Ke depan, pihaknya akan memasuki tahap kedua dengan melakukan pengolahan dan validasi data secara lebih mendalam.
“Itu yang dibahas tadi, mulai dari tahapan awal, perbaikan sistem yang ada, hingga kami beranjak ke tahap kedua dengan mulai mengolah dan memvalidasi data,” jelasnya.
Menanggapi keluhan terkait kondisi Pasar Pagi yang terdampak genangan air saat hujan, Yama menegaskan bahwa bangunan Pasar Pagi seharusnya tetap siap dan berfungsi optimal dalam kondisi apa pun. Ia menekankan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dibebankan pada faktor alam, melainkan menjadi tanggung jawab pengelola.
“Kami tidak menyalahkan alam. Dalam kondisi apa pun, bangunan Pasar Pagi harus siap,” tegasnya.
Yama menyebutkan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak kontraktor. Penanganan teknis akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Insya Allah segera ditangani. Dalam dua sampai tiga hari ini akan ada contoh penanganannya, termasuk material yang akan digunakan,” katanya.
Selain itu, Disdag juga akan berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda terkait kemungkinan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah tersebut ditempuh agar penanganan dapat dilakukan segera tanpa menunggu proses penganggaran tahun berikutnya.
“Ini bukan untuk dianggarkan tahun depan, tetapi akan dieksekusi sekarang, supaya dalam kondisi hujan pun tidak ada kendala,” tambahnya.
Yama menegaskan bahwa seluruh upaya penanganan tetap memperhatikan aspek estetika bangunan Pasar Pagi. Ia memastikan langkah antisipasi dilakukan tanpa mengurangi nilai keindahan kawasan pasar, sehingga tetap tertata dan tidak terkesan kumuh.
“Antisipasi dilakukan tanpa meninggalkan estetika bangunan, sehingga tidak terlihat kumuh,” pungkasnya.
Penulis : Fathur
Editor : Fathur Rabbany
![]()

