SAMARINDA, Indcyber.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menegaskan komitmen DPRD untuk melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap operasional Pasar Pagi Samarinda. Penegasan tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber dalam program Dialog Publika (Live) yang disiarkan langsung dari Studio 1 TVRI Kaltim, Selasa (6/1/2026), dengan topik kesiapan dan strategi operasional Pasar Pagi Samarinda.
Viktor Yuan yang juga politisi Fraksi Partai Demokrat menyampaikan, dalam dialog tersebut dibahas secara komprehensif berbagai aspek pengelolaan Pasar Pagi, mulai dari operasional hingga potensi peningkatan pendapatan daerah. Ia menekankan bahwa pengawasan DPRD, khususnya Komisi II, tidak berhenti pada tahap peresmian atau awal operasional semata.
“Pengawasan DPRD, terutama Komisi II, tidak hanya saat pembukaan, tetapi akan terus melekat selama Pasar Pagi beroperasi,” tegas Viktor.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Samarinda, khususnya Wali Kota, atas visi pembangunan infrastruktur Pasar Pagi yang dinilai telah mengarah pada konsep pasar rakyat modern. Menurutnya, penataan bangunan dan blok perdagangan terlihat lebih rapi dan terencana.
“Secara visi, infrastruktur Pasar Pagi sudah terbangun dengan baik. Penataan blok juga rapi. Ini menunjukkan adanya pemikiran maju dalam menjadikan Pasar Pagi sebagai pasar rakyat modern,” ujarnya.
Meski demikian, Viktor mengingatkan agar aspek keamanan bangunan menjadi perhatian serius, terutama terkait ketahanan gedung terhadap cuaca ekstrem. Ia menegaskan seluruh sistem keamanan harus dipastikan sebelum pasar dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang.
“Jangan sampai ketika hujan deras atau cuaca ekstrem justru muncul persoalan baru. Keamanan gedung harus benar-benar dipastikan,” katanya.
Viktor juga berharap kehadiran Pasar Pagi yang baru dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pedagang, khususnya pedagang lama yang telah puluhan tahun menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya penataan yang adil agar tidak memicu kecemburuan sosial.
Dari sisi ekonomi, Viktor menilai Pasar Pagi memiliki potensi besar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda. Namun, ia mengingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) agar menyiapkan sistem pengelolaan parkir yang matang, mengingat tingginya potensi kunjungan masyarakat.
“Kalau dilihat secara kasat mata, kapasitas parkir saat ini masih belum memadai. Pasar Pagi adalah pasar bersejarah, pengunjungnya pasti banyak, terlebih ada lantai tujuh yang menjadi taman dan daya tarik wisata,” jelasnya.
Selain kapasitas, Viktor menekankan pentingnya pengamanan parkir guna mencegah kebocoran PAD akibat praktik juru parkir liar. Ia meminta Dishub menyiapkan alternatif lahan parkir di sekitar kawasan pasar yang legal dan berkontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.
Terkait regulasi, Viktor menyebutkan bahwa sejumlah ketentuan teknis akan disinkronkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai turunan dari Peraturan Daerah (Perda) yang telah ada. Ia optimistis Pemkot Samarinda mampu mengelola Pasar Pagi secara profesional, baik dari sisi operasional maupun kepastian hukum.
Lebih lanjut, Viktor juga menyoroti aspek keamanan dan ketertiban sosial di kawasan pasar. Ia menilai pengamanan harus menjadi prioritas, termasuk pemasangan CCTV untuk mencegah tindak kriminal seperti pencopetan yang kerap terjadi di area pasar.
“Jika terjadi pelanggaran hukum, serahkan kepada aparat penegak hukum. Jangan sampai terjadi aksi main hakim sendiri,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk tetap mengakomodir pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di sekitar Pasar Pagi, serta memberi ruang seluas-luasnya bagi produk lokal.
“Produk lokal harus diberi ruang. Pasar bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang sosial dan ekonomi masyarakat Samarinda,” pungkas Viktor.
Penulis : Fathur
Editor : Fathur Rabbany
![]()

