Syafruddin: Media Harus Jadi Mitra Strategis Hadapi Isu Global dan Tantangan APBN

Indcyber.com, SAMARINDA – Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, , menegaskan pentingnya peran media massa dalam menyampaikan gagasan, kritik, dan program pembangunan kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya saat berbicara di hadapan sejumlah jurnalis di Samarinda.

Menurut Syafruddin, baik media berskala besar maupun kecil memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam membangun opini publik yang sehat. Ia menilai, tanpa publikasi yang kuat, berbagai ide dan rencana pembangunan hanya akan menjadi konsep tanpa implementasi nyata.

“Bayangkan kalau ada ide dan gagasan besar, tetapi tidak dipublikasikan. Itu hanya akan berhenti sebagai wacana. Media adalah jembatan antara pemikiran dan realisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syafruddin juga menyinggung dinamika global yang tengah memanas, termasuk konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia mengingatkan bahwa meskipun Indonesia tidak terlibat langsung, dampak perang global tetap harus diantisipasi.

Menurutnya, perang modern tidak hanya berdampak pada negara yang bertikai, tetapi juga bisa memicu krisis ekonomi, gangguan lingkungan, hingga ancaman kesehatan akibat efek radiasi dan ketidakstabilan global.

“Kita mungkin tidak terkena senjata secara langsung, tetapi dampak ekonomi, lingkungan, bahkan kesehatan bisa saja kita rasakan. Karena itu, kita harus waspada dan berpikir jauh ke depan,” tegasnya.

Selain isu global, ia juga menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Syafruddin menjelaskan bahwa total belanja negara saat ini berada di kisaran Rp3.800 triliun, sementara pendapatan dari pajak sekitar Rp2.500 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp700 triliun. Artinya, terdapat defisit yang harus ditutup melalui skema pembiayaan, termasuk utang.

Ia menyebut, total utang nasional yang sudah berada di kisaran Rp9.000 triliun menjadi perhatian serius, terlebih karena alokasi pembayaran pokok dan bunga utang menyerap porsi besar dari APBN.

“Kalau hampir separuh APBN kita terserap untuk membayar utang, tentu ruang fiskal untuk program kesejahteraan rakyat menjadi terbatas. Ini yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.

Syafruddin berharap masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi isu nasional maupun internasional. Ia juga mengajak media untuk terus menghadirkan informasi yang objektif, berimbang, dan edukatif demi menjaga stabilitas daerah maupun nasional.

“Kolaborasi antara partai politik, pemerintah, dan media sangat penting. Kita harus menjaga optimisme, tapi juga tetap kritis demi masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Fathur | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *