Usai FGD, PDI Perjuangan Kaltim Tegaskan Konsolidasi Ideologis Menuju 2029

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis (kiri), dan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Iswandi (kanan), menegaskan pentingnya penguatan ideologi partai sebagai fondasi utama dalam konsolidasi menuju kemenangan Pemilu 2029.(Grafis : Fathur– Indonesia Cyber)

Indcyber.com, SAMARINDA — Bagi PDI Perjuangan Kalimantan Timur, kemenangan politik tidak hanya diukur dari jumlah kursi atau perolehan suara. Lebih dari itu, kekuatan sejati partai terletak pada soliditas ideologinya. Semangat inilah yang mengemuka dalam penutupan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan A. Wahab Syahrani, Samarinda, Selasa (11/11/2025).

Selama dua hari pelaksanaan, forum tersebut menjadi wadah evaluasi dan refleksi perjalanan partai pasca-Pemilu 2024. Dari perdebatan ideologis hingga pemetaan kekuatan politik di daerah, seluruh agenda diarahkan untuk mempertegas jati diri PDI Perjuangan sebagai partai yang berakar pada perjuangan rakyat.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis menegaskan, FGD ini menjadi momentum bagi seluruh kader untuk kembali menyatukan langkah dan memperkuat fondasi ideologi partai.

“Kita ingin seluruh kader PDI Perjuangan Kaltim bergerak dalam semangat gotong royong, saling menguatkan, dan meneguhkan nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar partai,” ujarnya.

Menurut Ananda, hasil FGD tidak hanya melahirkan strategi pemenangan, tetapi juga rekomendasi ideologis yang akan menjadi pedoman bagi seluruh cabang di Kalimantan Timur.

“Kita tidak bicara taktik sesaat. Kita bicara arah gerakan jangka panjang. Nilai-nilai kerakyatan dan semangat nasionalisme tetap menjadi napas perjuangan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Kaltim Iswandi menambahkan, penting bagi partai untuk terus menanamkan kesadaran ideologis kepada kader, terutama generasi muda yang kini mulai mengambil peran strategis.

“Kader PDI Perjuangan harus memahami bahwa menjadi bagian dari partai ini bukan sekadar soal jabatan, tapi tentang pengabdian dan konsistensi terhadap nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Iswandi juga mengungkapkan, sistem kaderisasi kini telah disesuaikan dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi data dan sistem pengusulan yang lebih terbuka. Namun, semangat ideologis tetap dijaga agar partai tidak kehilangan arah perjuangan.

“Digitalisasi kita gunakan untuk efisiensi dan transparansi, tapi semangat gotong royong dan loyalitas tetap menjadi landasan utama,” ujarnya.

Penutupan FGD ini menjadi titik awal bagi PDI Perjuangan Kaltim untuk melangkah ke fase konsolidasi berikutnya menyongsong Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) dengan arah perjuangan yang semakin jelas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan, setiap langkah, tetap berpijak pada ideologi partai. Inilah yang membedakan PDI Perjuangan  teguh pada prinsip, tapi terbuka terhadap perubahan,” tutup Ananda.

Reporter: Fathur | Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *