329 Perusahaan di Kaltim Raih Penghargaan K3, Seno Aji: Bukti Nyata Kepedulian terhadap Pekerja

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji ditemani Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, Rozani Erawadi pada saat diwawancarai Awak Media. (Foto: Indra/Indcyber.com)

Wagub Kaltim dorong perusahaan lain menumbuhkan budaya keselamatan kerja di setiap lini

Indcyber.com, SAMARINDA — Sebanyak 329 perusahaan di Kalimantan Timur menerima Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltim di Plenary Hall Sempaja, Kota Samarinda, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan bergengsi ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji serta diikuti lebih dari seribu peserta dari kalangan pemerintah daerah, perusahaan, dan pemerhati K3. Turut hadir pula perwakilan DPRD Kaltim seperti Agus Riansyah Ridwan (mewakili Ketua DPRD Kaltim), Damayanti (Komisi IV DPRD), dan Salehuddin (Komisi I DPRD).

Dorong Budaya Keselamatan di Dunia Kerja

Kepala Disnakertrans Kaltim Rozani Erawadi dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Tujuannya, menumbuhkan budaya K3 di setiap tempat kerja agar tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

“Pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi bagi perusahaan yang konsisten menerapkan budaya K3. Sekaligus menjadi dorongan agar tercipta kompetisi positif di dunia kerja,” ujar Rozani.

Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan Online (WLKP) hingga September 2025, terdapat 34.391 perusahaan aktif di Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, 329 perusahaan dan 3 orang pemerhati K3 dinyatakan memenuhi syarat menerima penghargaan.

Kategori penerima meliputi:

  • 298 perusahaan dengan penghargaan Zero Accident (nihil kecelakaan kerja),
  • 158 perusahaan untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS serta Tuberkulosis di tempat kerja,
  • serta 3 pemerhati K3 yang berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja di lingkungannya.

Rozani menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat komitmen antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pekerjaan yang layak dan berdaya saing di Kalimantan Timur.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji pada saat melakukan sesi Foto bersama di acara Penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Gedung Plenary Hall Sempaja Kota Samarinda. (Foto: Indra/Indcyber.com)

K3 Cermin Kepedulian terhadap Pekerja

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah konsisten menerapkan sistem manajemen K3, serta kepada Disnakertrans atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dapat memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkomitmen menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat. Semoga ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya,” ucapnya.

Seno Aji menegaskan, penerapan K3 bukan semata demi penghargaan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

“Masih ada perusahaan yang enggan melaporkan kecelakaan karena takut kehilangan status zero accident. Padahal, menyembunyikan insiden justru berbahaya. Seperti Iceberg Theory, tampak kecil di permukaan tapi bisa menimbulkan kerugian besar di bawahnya,” tegasnya.

Relevan dengan Pembangunan IKN

Seno Aji menilai penerapan K3 sangat relevan dengan tema Bulan K3 Nasional 2025, yakni ‘Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 untuk Meningkatkan Produktivitas.’

Menurutnya, hal ini menjadi penting karena Kalimantan Timur kini menjadi gerbang utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Presiden telah menegaskan bahwa IKN akan menjadi ibu kota baru pada tahun 2028. Karena itu, budaya K3 harus benar-benar diterapkan agar seluruh proyek pembangunan berjalan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Perkuat Pengawasan dan SDM Pengawas

Dalam kesempatan itu, Seno juga menyoroti keterbatasan jumlah pengawas ketenagakerjaan di Kaltim yang baru mencapai 50 orang, sementara jumlah perusahaan lebih dari 30 ribu.

“Pemprov Kaltim berkomitmen memperkuat pengawasan dan menambah jumlah tenaga pengawas agar penerapan K3 di lapangan semakin efektif,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan K3 yang baik tidak hanya menekan angka kecelakaan kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim.

Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Menutup sambutannya, Seno Aji menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedelapan yaitu Decent Work and Economic Growth atau pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi.

“Kami ingin seluruh perusahaan di Kalimantan Timur berperan aktif menciptakan lingkungan kerja yang layak, aman, dan sehat. Ini sejalan dengan cita-cita kita menuju masyarakat sejahtera dan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Indra  | Editor: Fathur

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *