Tak Pernah Lelah! Terhambat Akses, Dispar Kaltim Terus Menggali Potensi Wisata Alam Pedalaman yang Belum Tersentuh

Samarinda, indcyber.com – Kalimantan Timur tak pernah kehabisan pesona. Di balik lebatnya hutan, derasnya jeram, dan terjalnya perbukitan, tersimpan potensi wisata alam luar biasa yang hingga kini belum sepenuhnya tersentuh. Meski akses menjadi tantangan utama, Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menegaskan tidak akan pernah lelah menggali dan memperjuangkan potensi wisata di wilayah pedalaman.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar Kaltim, Angit, menuturkan bahwa hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur terdapat destinasi wisata alam yang sangat potensial. Mulai dari air terjun, sungai, hutan tropis, hingga kawasan adat dan budaya yang masih terjaga keasliannya.

“Wisata di Kalimantan Timur itu sangat potensial. Banyak sekali tempat wisata menarik di berbagai daerah. Hanya saja, kendala utama memang soal akses, karena sebagian besar lokasinya berada di pelosok pedalaman,” ujar Angit.

Ia mengungkapkan, untuk mencapai sejumlah destinasi wisata alam, pengunjung harus menghadapi medan yang tidak mudah. Jalan sempit, tanjakan dan turunan bukit, hingga kondisi yang memaksa wisatawan berjalan kaki sejauh dua hingga tiga kilometer. Namun, semua lelah itu diyakini akan terbayar lunas.

“Memang penuh tantangan. Tapi lelahnya kaki yang berjalan akan terpuaskan oleh keindahan alam yang masih asri dan alami,” jelasnya.

Tak hanya jalur darat, tantangan juga hadir dari jalur sungai. Banyak potensi wisata alam di wilayah hulu yang hanya bisa diakses dengan perahu, melewati jeram-jeram sungai yang menantang, layaknya olahraga arung jeram. Sensasi petualangan inilah yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata minat khusus.

“Terkait akses yang menghambat, kami sudah menyampaikan kepada pihak kabupaten. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, harus lintas sektor dan ada kerja sama yang kuat, terutama soal pembukaan dan perbaikan akses menuju lokasi wisata,” tambah Angit.

Salah satu contoh destinasi yang terus didorong pengembangannya adalah Long Pahangai, kawasan pedalaman yang masih kental dengan tradisi dan adat budaya Dayak telinga panjang. Selain keindahan alamnya, kekayaan budaya lokal menjadi nilai jual yang sangat kuat untuk wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Menurut Angit, Dispar Kaltim berkomitmen untuk terus melakukan pemetaan, promosi, dan pengembangan destinasi wisata di seluruh wilayah Kalimantan Timur, termasuk daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan akibat keterbatasan akses.

“Intinya, kami akan terus menggali potensi wisata di setiap kota dan kabupaten di Kalimantan Timur. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan lintas sektor akan terus kami lakukan agar potensi wisata ini benar-benar bisa berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan semangat pantang menyerah, Dispar Kaltim optimistis wisata alam pedalaman yang selama ini tersembunyi akan menjadi kekuatan baru pariwisata daerah, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal.(DD)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *