Indcyber.com, Samarinda – Rabu malam (12/11/2025), suasana di Gang Ogok RT 41 Perum Borneo Mukti 2, Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara, tampak ramai. Puluhan warga berkumpul mengikuti Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 Anggota DPRD Kota Samarinda dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Andriansyah.
Dalam forum dialog yang berlangsung santai namun sarat keluhan itu, warga menyuarakan beragam persoalan yang masih menghimpit kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari mahalnya tarif air bersih, banjir yang belum juga tertangani tuntas, hingga kendala sistem e-SIPD dan minimnya lahan pemakaman umum (TPU).
Ahmad Yani, warga RT 28, mengaku terbebani dengan tarif air yang dikelola pihak swasta.
“Kami bisa bayar sampai enam ratus ribu sebulan. Padahal pemakaian biasa saja. Kami harap pemerintah bisa turun tangan, jangan sampai warga kecil yang dirugikan,” ungkapnya.
Selain itu, warga juga menyoroti lambannya proses penginputan usulan pembangunan melalui portal e-SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah).
“Sudah kami ajukan, tapi sering tidak muncul di sistem. Akhirnya banyak aspirasi yang tidak terakomodir,” kata seorang tokoh masyarakat.
Tak kalah penting, persoalan lahan TPU juga menjadi perhatian serius. Menurut warga, ketersediaan lahan pemakaman di kawasan Mugirejo semakin menipis dan perlu campur tangan pemerintah.
“Sekarang susah sekali cari tempat pemakaman yang layak. Kami minta DPRD ikut dorong agar disediakan lahan baru,” ujar warga lainnya.
Menanggapi itu, Muhammad Andriansyah menegaskan seluruh aspirasi warga akan menjadi bahan pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Kami tidak hanya menampung, tapi memastikan semua usulan ini tercatat dan diperjuangkan di rapat pembahasan. Soal air, e-SIPD, maupun TPU, semuanya penting untuk kesejahteraan warga,” tegasnya.
Reses malam itu berlangsung hingga larut dengan suasana akrab dan penuh harapan. Warga Mugirejo pulang membawa keyakinan bahwa suara mereka telah didengar dan semoga, kali ini benar-benar direspons dengan tindakan nyata.
Reporter: Fathur | Editor: Awang
![]()

