BPBD Kaltim Dukung Uji Coba Cairan SAA Inovasi Alumni Faperta Unmul Atasi Karhutla

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan bersalaman dengan Ketua IKA Faperta Unmul Fahrizal, S.P., S.H. dalam penyerahan cairan pemadam Surface Active Agent (SAA).

Indcyber.com, SAMARINDA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mendapat dukungan inovasi baru. Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (IKA Faperta Unmul) mengajukan permohonan resmi kepada BPBD Kaltim untuk melakukan pengujian lapangan terhadap cairan pemadam bernama Surface Active Agent (SAA).

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 016/IKA-FAPERTA/X/2026 tertanggal 29 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kaltim.

SAA merupakan hasil riset yang dikembangkan oleh alumni Faperta Unmul dengan fokus pada aspek keselamatan lingkungan. Inovasi ini digadang-gadang mampu meningkatkan efektivitas pemadaman karhutla yang selama ini mengandalkan air.

Dalam suratnya, IKA Faperta Unmul memaparkan tiga target pengujian. Uji pertama terkait daya padam terhadap berbagai karakter api. Uji kedua menyangkut aspek keamanan, baik untuk petugas di lapangan maupun lingkungan sekitar. Dan ketiga, untuk mendapatkan evaluasi teknis dari personel berpengalaman yang selama ini menangani karhutla.

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyambut baik permohonan tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi.

Menurut Buyung Dodi, efektivitas SAA tidak bisa dinilai hanya dari klaim laboratorium. Ia menekankan pentingnya uji langsung di lapangan. Berbeda dengan air biasa yang cenderung sulit meresap di gambut, SAA diklaim memiliki penetrasi jauh lebih dalam hingga ke titik bara api.

Berdasarkan brosur edukasi yang dirilis BPBD Kaltim, SAA disebut memiliki lima keunggulan utama: daya tembus hingga lapisan gambut paling dalam, efisiensi penggunaan air sampai 40 persen, proses pemadaman yang lebih cepat, kemampuan mendinginkan area bekas terbakar, serta menekan timbulnya asap tebal.

Cara Pemakaian Resmi (Lampiran 1 – Untuk Kalangan Sendiri):

Lahan gambut: 1 liter SAA : 300 liter air

Lahan non gambut: 1 liter SAA : 500 liter air

Lahan untuk pendinginan: 1 liter SAA : 800-1000 liter air

Sudah Didistribusikan 60 Jerigen ke Jajaran Polda Kaltim

Terpisah, berdasarkan laporan internal Karoops Polda Kaltim kepada Kapolda Kaltim, pendistribusian cairan SAA ke satuan kerja dan Polres/ta jajaran telah dilaksanakan.

Kegiatan dilaksanakan pada Hari Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 20.00 Wita s.d. 22.30 Wita, bertempat di Ruang Binops Roops Polda Kaltim.

Hasilnya, telah didistribusikan sebanyak 60 jerigen SAA dengan rincian:

Satbrimob – 5 jerigen

Ditsamapta – 5 jerigen

Resta Samarinda – 3 jerigen

Resta Balikpapan – 3 jerigen

Res Kukar – 6 jerigen

Res Paser – 6 jerigen

Res Kubar – 6 jerigen

Res Kutim – 6 jerigen

Res Berau – 6 jerigen

Res Bontang – 3 jerigen

Res Mahulu – 2 jerigen

Res PPU – 4 jerigen

Resta IKN – 5 jerigen

Tembusan laporan disampaikan kepada Wakapolda Kaltim, Irwasda Polda Kaltim, dan PJU Polda Kaltim.

Distribusi ini dilakukan di tengah status siaga darurat karhutla di Kaltim yang masih berlaku hingga akhir November 2026, dengan Paser menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kekeringan tertinggi.

Uji Coba Disesuaikan Karakter Lahan

Buyung Dodi menegaskan pengujian tidak akan dilakukan di satu lokasi saja. Karakter lahan di Kaltim sangat bervariasi, sehingga memerlukan pendekatan berbeda.

“Prinsipnya akan kami coba pakai dulu. Nanti kita lihat bersama, karena yang paling paham kondisi lapangan itu teman-teman petugas. Tidak hanya tim pemadam, tapi juga ada logistik, ada driver, ada tim kesehatan. Semua akan kami minta masukannya,” kata dia.

Ia menjelaskan, di Samarinda saja tipikal lahan sudah berbeda-beda. Pada kawasan rawa, api biasanya tidak terlalu tinggi. Pembakaran lebih banyak terjadi di bawah permukaan dan hanya menyisakan bekas gosong, karena kondisi tanah yang masih lembab. Namun jika rawa sudah mengering, api bisa membesar dan bara sulit padam.

Sementara pada lahan kering di belakang permukiman atau semak belukar, api justru sangat agresif dan dapat merambat cepat hingga ke puncak pohon.

“Oleh karena itu setiap tipe lahan perlu diambil sampelnya. Harapannya ada beberapa sampel dari masing-masing karakter lahan yang bisa kita uji, baik dicoba oleh pihak pengembang maupun oleh kami,” ujarnya.

Dalam dokumen lampiran, SAA dikemas dalam jerigen ukuran 25 liter. Hingga kini, belum ada laporan hasil uji independen yang dilampirkan, sehingga uji lapangan oleh BPBD menjadi kunci untuk membuktikan klaim tersebut sebelum direkomendasikan untuk pemakaian darurat.

Transisi Musim dan Tantangan Anggaran

Buyung Dodi juga mengingatkan bahwa Kaltim saat ini berada pada fase peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kondisi ini membuat situasi menjadi lebih kompleks, di satu sisi kekeringan dan panas masih tinggi, di sisi lain potensi banjir mulai muncul.

Ia mencontohkan kejadian banjir di kawasan Makroman, Samarinda, dua hari lalu yang terjadi cukup besar meski sebelumnya tidak ada hujan lebat. Fenomena hujan lokal dengan intensitas tinggi menjadi ciri khas masa transisi.

Di sisi lain, ia juga menyinggung tantangan perencanaan anggaran untuk tahun 2027. Dengan sistem perencanaan R-1 yang dimulai dari Renja dan dikunci pada April, ruang perubahan anggaran hingga DPA menjadi sangat terbatas. Ditambah lagi isu efisiensi anggaran.

“Kami susun anggaran itu R minus satu. Mulai dari Renja, penyesuaian paling lambat April sudah final dan tidak banyak berubah sampai DPA. Apalagi kalau ada kebijakan efisiensi, kami harus ukur lagi. Untuk 2027 praktis anggaran kita berapa? Di luar FCP berapa?” katanya.

Dorong E-Katalog dan KoperasiUntuk

memudahkan kerja sama ke depan, Buyung Dodi mengusulkan agar IKA Faperta Unmul yang diketuai Fahrizal, S.P., S.H. menyiapkan e-katalog resmi untuk produk SAA, atau melalui mekanisme koperasi.

Menurutnya, e-katalog akan memberikan kepastian soal spesifikasi teknis, dosis, dan harga secara transparan. Sementara skema koperasi dinilai lebih fleksibel untuk mekanisme pengadaan antar lembaga, sehingga inovasi lokal tetap bisa dimanfaatkan secara legal dan akuntabel.

Surat permohonan tersebut ditandatangani Ketua IKA Faperta Unmul Fahrizal, S.P., S.H. dan Sekretaris Anam Syahroji Surya Putra, S.P. Koordinasi teknis terkait uji coba maupun pembahasan e-katalog.

Penulis : Fathur  | Editor : Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *