Dorong Kolaborasi Lingkungan, Anggota Komisi III DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Lebih Terstruktur di Tingkat Kelurahan

Muhammad Andriansyah dari DPRD Samarinda menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah yang terstruktur dari tingkat permukiman. Dengan kolaborasi yang kuat, masalah sampah di Samarinda dapat diatasi dengan lebih efektif. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA — Pengelolaan sampah yang terstruktur sejak dari permukiman menjadi perhatian serius Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah atau Aan. Menurutnya, penguatan peran komunitas lingkungan merupakan langkah penting untuk memastikan persoalan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama di tingkat kelurahan.

Dikonfirmasi terkait rencana bantuan gerobak sampah listrik pada Selasa (25/11/2025), Aan menilai bahwa pemerintah perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Forum Peduli Lingkungan yang sudah bekerja langsung di masyarakat.

“Forum Peduli Lingkungan ini punya peran besar di lapangan. Karena itu, kita mempertimbangkan agar bantuan tidak selalu disalurkan ke kelurahan, tetapi bisa melalui forum tersebut. Sementara kelurahan tetap kita siapkan anggarannya tahun depan,” ungkapnya.

Gerobak Sampah Listrik untuk Perkuat Operasional

Aan menjelaskan bahwa sekitar 10 unit gerobak sampah listrik telah dianggarkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ia menekankan bahwa alat ini bukan hanya berfungsi sebagai kendaraan angkut sampah, tetapi juga dapat mendukung berbagai operasional kebersihan di tingkat kelurahan.

“DLH nanti yang menentukan mana wilayah yang paling membutuhkan. Kita tidak ingin penyalurannya sekadar formalitas, tapi betul-betul menjawab kebutuhan,” ujarnya.

Hulu–Hilir Pengelolaan Sampah Perlu Diperbaiki

Lebih jauh, Aan menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola sampah dari hulu, yakni dari rumah tangga dan lingkungan RT. Kondisi TPA yang baru menyiapkan satu hingga dua zona menunjukkan bahwa pengelolaan residu perlu disertai edukasi pemilahan sejak dari warga.

“Tidak semua sampah bisa dimanfaatkan. Residu tetap harus masuk TPA. Selain limbah B3, ada yang bisa dimusnahkan pakai insinerator. Tapi sumber masalah tetap harus diselesaikan dari hulu,” jelasnya.

Sampah Tercecer Terkait SOP Kendaraan

Menjawab keluhan warga soal sampah tercecer dan air lindi yang tumpah di jalan, Aan menilai masalah itu erat kaitannya dengan kelayakan kendaraan operasional.

“Kendaraan harus memenuhi standar SOP. Bisa jadi ada yang belum terpelihara atau tidak sesuai standar. Ini akan kita koordinasikan dengan DLH agar kejadian seperti itu tidak terulang,” tegasnya.

Bank Sampah: Gerakan Masyarakat yang Efektif

Aan juga menekankan pentingnya partisipasi warga dalam membangun Bank Sampah di lingkungan masing-masing. Menurutnya, langkah kecil dari masyarakat dapat menjadi pengaruh besar dalam mengurangi beban TPA.

“Cukup kumpulkan warga, bentuk pengurus, tentukan nama bank sampah, lalu minta pengesahan kelurahan. Setelah itu sudah bisa beroperasi,” terangnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, forum lingkungan, dan masyarakat, Aan meyakini bahwa persoalan sampah di Samarinda bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih terukur.

Reporter: Fathur| Editor: Awang

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *